Emelia : Saya Terpaksa Tinggal di Sini

Emelia

Emelia

BATUSANGKAR,PADANGTODAY.COM -Setiap mananusia di dunia ini tidak ingin hidup susah dan kekuaran. Namun, kondisi ini harus dialami Emelia (29). Kerasnya kehidupan, memkasikan wanita yang sudah memiliki tiga anak ini tinggal di rumah yang tidak layak huni di Jorong Gurun, Tanahdatar.

Selain tidak layak untuk tempat tinggal, gubuk yang ditempati Emelia yang bersuamikan Akhyar (36) ini juga bekas kandang anjing. Dapat dibayangkan, bagaimana kondisi tempat tinggalnya ini.

“Saya harus terpaksa tinggal di sini, soalnya uang yang dikirim suami saya tiap bulan hanya cukup untuk kebutuhan makan,” kata Emelia.

Memang untuk kesehatan, rumah ini sangat tidak layak untuk ditempati. Selain bekas kandang anjing. Gubuk ini juga kondisinya sangat memprihatikan. Kondisinya sudah sangat reyot, dinding rumah yang terbuat dari kayu sudah lapuk, berlantai tanah.

Untuk mengatasi dinginnya lantai tanah mereka yang tatkala hujan air mengalir di lantai tanah tersebut, mencoba membuat alas  dengan bambu, di atas bambu dikasih tikar plastik yang sudah kumal dan kotor, sangat jauh dari kondisi sehat.

Rohani (46) ibu angkat Emilia menyatakan, Emilia adalah yatim piatu. Dia diperisteri oleh Akhiyar anak Nagari Gurun dan sekarang tinggal disini dan sudah punya tiga orang anak, sulung Revi Pernando (11) sekarang di sekolahkan bapak angkat Ernafis, penjaga sekolah SDN 13 Gurun, anak kedua Devita Sari (5,5) dan bungsu Putri Zahara (2,5).

Emilia untuk bertahan hidup bekerja sebagai buruh cuci (kalau ada orderan) ditepian sungai kalau seandainya air PDAM mati, dengan penghasilan Rp15.000-Rp20.000 sekali cuci, sedangkan suaminya sebagai buruh cuci piring dengan penghasilan Rp. 175 ribu per minggu.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas