Empat Anggota DPRD Semarang Diusir Saat Sidang Paripurna Perdana

dprd-semarangSemarang, PADANGTODAY.com – Untuk menetapkan susunan pimpinan DPRD, DPRD Kota Semarang mulai melaksanakan sidang paripurna perdana di kompleks Balai Kota Semarang. Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Semarang telah mengantongi 4 nama utama yakni Supriyadi dari PDIP akan menjabat sebagai Ketua DPRD serta 3 wakil ketua masing-masing adalah Joko Santoso dari Gerindra, Wiwin Subiono dari Partai Demokrat dan Agung Budimargono dari PKS. Adapun jadwal penetapan struktur organisasi DPRD Kota Semarang, akan diagendakan pada pekan depan.

Advertisements

Meski demikian, dalam agenda paripurna tidak dihadiri semua anggota wakil rakyat. Dari 50 anggota DPRD baru periode 2014-2019, hanya hadir 46 orang sedangkan sisanya absen karena telat.

Ketua sementara DPRD Kota Semarang, Supriyadi, mengaku sangat menyayangkan, ketidakhadiran empat anggotanya tersebut. Padahal, jadwal sidang paripurna sudah dibuat tepat waktu yakni pukul 09.30 WIB.

“Sudah dibuat on time, tapi masih saja ada yang enggak ikut rapat. Kami minta, ke depan semuanya harus bisa hadir dan harus lebih disiplin lagi,” tegas Supriyadi.

Di tempat yang sama, Sekretaris DPRD Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengaku tak habis pikir dengan ulah 4 anggota dewan yang masih kedapatan indisipliner dalam rapat paripurna perdana kali ini.

Fajar mengatakan, apapun alasannya keempat anggota dewan yang telat hadir diusir tidak boleh masuk ke dalam ruang sidang. “Karena pintu sudah ditutup dan mereka tidak bisa masuk seenaknya lagi. Kami hanya beri toleransi maksimal 10 menit. Selebihnya tidak boleh masuk,” ucap Fajar.

Menurut Fajar, empat wakil rakyat yang tepergok telat itu berasal dari PKS, Golkar, PAN dan Demokrat. Ketidakhadiran mereka, sebenarnya cukup menghambat jalannya sidang terlebih kali saat ini sedang fokus membahas penetapan ketua DPRD periode 2014-2019.

“Makanya, kami terus menjalankan setiap agenda sidang secara maraton agar penetapan ketua DPRD bisa dipercepat. Kami akan menetapkan ketua DPRD setelah SK Gubernur Jateng turun. Kemudian, menetapkan kepengurusan semua fraksi dewan,” urainya.

Fajar berharap, ke depan kinerja ada sinkronisasi antara anggota dewan dan pejabat di lingkungan SKPD Kota Semarang.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*