Emzalmi-Desri Ayunda nomor Urut 1,Mahyeldi-Hendri Septa nomor Urut 2

Padang-today.com – Pasangan Emzalmi-Desri Ayunda mendapatkan nomor urut 1, sedangkan pasangan Mahyeldi Ansyarullah-Hendri Septa mendapatkan nomor 2.

Hasil pengundian nomor urut dilakukab KPU mendapatkan sambutan meriah dari masing-masing massa pendukung.

Emzalmi bersama Desri Ayunda mendapatkan nomor urut 1 pertanda yang baik. Semoga Allah meridhoi dan memudahkan proses selanjutnya.

“Semoga apa diinginkan pendukunnya bersama Desri Ayunda menang di Pilkada 2018 menjadi kenyataan,”imbuhnya.

Emzalmi meminta seluruh pendukungnya untuk tetap kompak agar meraih kemenangan saat pemilihan pada Juni 2018.

“Para pendukung serta masyarakat Padang tetap menjaga keamanan dan jangan merusak pesta demokrasi,”ungkapnya.

Sementara itu Denok pendukung Emzalmi-Desri Ayunda menyatakan baju boleh beda namun pilihan tetap nomor 1.

“Kami akan tetap menjaga kedamaian sampai selesainya pesta demokrasi,”imbuhnya.

Saat pasangan Mahyeldi Ansyarullah-Hendri Septa mendapatkan nomor urut 2 para pendukung menyambut  Mahyeldi pantas dua kali untuk memimpin dua kali sebagai walikota Padang dengan wakil walikota Hendri Septa.

Mahyeldi bersama Hendri Septa menyatakan nomor urut dua merupakan pertanda baik untum melanjutkan dua kali sebagai walikota.

“Nomor urut 2 ternyata pas juga dengan kondisi kita. Mudah-mudahan diizinkan Allah untuk lanjut dua periode,” ujar Mahyeldi.

Walikota Padang Mahyeldi yang didampingi pasangannya Hendri Septa mengharapkan, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Padang dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif.

“Untuk itu masyarakat Padang diminta jaga persatuan. Jangan sampai persatuan yang telah terpelihara selama ini rusak hanya gara-gara Pilkada,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua KPU Padang, M Sawati menyatakan,kedua paslon diberikan hak yang sama untuk memilih nomor urut yang diinginkan.

Apapun hasilnya, KPU Padang, tidak akan membeda-bedakan antara paslon nomor urut 1 dan nomor urut 2.

“Itu (undian nomor urut) bagian dari proses demokrasi. Demokrasi kesepakatan kita bersama untuk memilih yang terbaik. Mulai dari pemilihan nomor saja sudah termasuk proses demokrasi,”katanya.

Selanjutnya memasuki tahapan kampenye oleh kedua paslon.Proses kampanye akan dimulai pada 15 Februari 2018.

Kedua paslon diberikan hak sama untuk kampanye.

Sementara itu, untuk kampanye deklarasi kedua paslon Cawako Padang, kata Sawati, akan diundur dari 15 Februari menjadi 18 Februari atas keputusan KPU RI.

“Deklarasi kampanye dilaksankan pada 18 Februari 2018, hal ibi serentak di seluruh Indonesia melaksankan Pilkada,”imbuh Sawati.

 

 

 

 

 

 

“KPU RI meminta diundur menjadi 18 Februari 2018 agar bisa serentak dengan daerah lainnya di Indonesia yang mengadakan Pilkada,” jelas Sawati.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*