Enyati: Korban Longsor Banjarnegara, “Firasat Saya Jadi Kenyataan”

Evakuasi korban longsor Banjarnegara.

Evakuasi korban longsor Banjarnegara.

Banjarnegara, PADANGTODAY.com-Masih terukir jelas dalam benak Enyati (36), bagaimana paniknya dia ketika dusunnya, dusun Karangtengah, Desa Pencil, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ditimpa bencana longsor beberapa waktu lalu. Tidak ada korban jiwa, meski puluhan orang luka-luka dan ratusan rumah rusak berat. Belum seminggu berselang, giliran Kecamatan Karangkobar yang longsor. Diperkirakan sebanyak 108 jiwa meninggal dunia, puluhan luka-luka, dan 105 unit rumah rusak berat.

“Waktu hujan terus mengguyur sejak Rabu, saya sudah berfirasat, takut kalau-kalau desa kami kembali terkena longsor, namun ternyata Karangkobar yang kena,” katanya dengan suara bergetar, saat dihubungi via telpon, Minggu Tek(14/12).

Saat kejadian longsor di tempat tinggalnya, Yati tengah menyiapkan makan siang kedua anaknya yang sebentar lagi akan pulang sekolah. Ketika hendak mengambil sebuah piring, tiba-tiba ada gundukan tanah yang menimpa halaman depan rumahnya, masuk dan sampai memenuhi ruang tamu.

“Saya cuma bisa jerit, lihat tanah mengubur semua halaman rumah saya. Saya nggak pikir panjang, langsung lari menyelamatkan diri,” papar Yati yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

Dilanjutkannya, waktu di pengungsian, dia selalu merasa cemas. Takut akan kedatangan bahaya yang lebih besar di Banjarnegara. Sampai berpikir tidak akan pulang ke rumah. Jumat pagi, kecemasannya semakin jadi. Namun siangnya, dia tetap keluar jalan-jalan ke Karangkobar bersama anak-anak, karena sudah janji sebelumnya.

“Duh Gusti Allah, cobaan apalagi ini? Lha wong saya baru aja dari situ. Saya bener-bener istighfar terus pas denger kabar itu,” paparnya.

Kini, Enyati dan ratusan warga Kabupaten Banjarnegara yang mengungsi hanya bisa bersabar menghadapi cobaan yang tengah dihadapi. Ia bersama para pengungsi lainnya sangat berharap bantuan bisa terus mengalir, terutama perbaikan rumah dan perkebunan sawah mereka yang rusak akibat terjangan longsor.

“Rumah saya juga rusak parah. Belum lagi ladang tempat saya biasa bertani juga hancur. Saya berharap ada bantuan secepatnya,” harapnya. (winda/DD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas