Evolusi Mental ala Dompet Dhuafa Singgalang

PADANG, PADANGTODAY.COM-Mengubah mental seseorang apalagi para orang tua yang sudah memiliki banyak file simpanan pengalaman sungguh buan hal mudah. Namun, Dompet Dhuafa Singgalang terus berusaha. Kaum dhuafa yang datang mengajukan permohonan bantuan tak pernah berhenti mengalir tiap harinya. Ada yang santun, ada yang biasa saja, namun ada banyak juga yang ‘luar biasa’. Tidak sedikit di antaranya yang sudahlah tidak punya penghasilan tetap tapi merokoknya nomor satu.

“Coba Bapak kali-kalikan berapa uang yang Bapak belikan untuk rokok sehari, bandingkan dengan berapa penghasilan Bapak,” ujar Kepala Divisi Relief and Charity Dompet Dhuafa Singgalang, Karsini, dengan lemah lembut.

Saat itu seorang Bapak dengan pakaian lusuh datang mengajukan surat permohonan bantuan sekolah untuk anaknya. Ternyata usut punya usut, beliau memiliki kebiasaan merokok. Padahal, untuk mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit.

Itu hal kecil saja yang dihadapi tim Dompet Dhuafa Singgalang dalam menjalankan tugasnya.  Menghadapi para mustahik. Mencintai para dhuafa.

Diungkapkan Karsini, Dompet Dhuafa Singgalang memang tidak hanya menyalurkan bantuan kepada kaum dhuafa dalam bentuk materi tapi juga memberikan edukasi khusus dalam proses membangun mental para mustahik. “Harapan kami, tidak secara fisik saja mereka terbantu, untuk menuju hidup yang lebih baik mereka harus mau mengubah segala gaya hidup yang salah,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang tim Dompet Dhuafa Singgalang yang tertua, Sudirman (59) mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung dengan tim. Alhamdulillah saya punya pekerjaan, sekarang juga sudah bisa berhenti merokok, anak saya pun juga dibantu untuk kemudahan kuliahnya. “Saya merasa beruntung dapat bekerja lagi, dengan adank-anak muda yang begitu luhur tujuannya dalam membela dhuafa,” tutur pria yang akrab dipanggil Pak Man itu.

Pak Man adalah salah satu contoh sosok yang dekat dengan Dompet Dhuafa Singgalang. Sebagaimana penerima manfaat program-program lainnya, bagi tim Dompet Dhuafa Singgalang, mereka adalah saudara. Bukan saja dhuafa yang berhak dibantu tapi juga orang yang berhak untuk mendapat uluran tangan penuh. Demi hidup yang lebih baik. Tidak bisa revolusi, harus bertahap dan konsisten. (w/can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*