FIK UNP Bebaskan SPP Peraih Medali PON,Tak Pernah Dihargai, FIK UNP Kecewa

DSC_0752
PADANGTODAY.COM-Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP) memberi apresiasi kepada para mahasiswa yang sukses meraih medali diarena Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat lalu. Bentuk apresiasi yang akan diberikan FIK kapada para mahasiswa membebaskan uang SPP.

“Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih para mahasiswa FIK di arena PON lalu. Kebanggan ini kami curahkan dengan berencana memberikan bebas SSP,” terang Dekan FIK UNP Syafrizal didampingi PD II Zalpendi dan PD III.

Namun, prestasi yang diraih para mahasiswa FIK UNP berbading terbalik dengan penghargaan yang diberikan kepada salah satu Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Sumbar ini. Betapa tidak, meski para mahasiswa mengharumkan nama Sumbar, namun nama FIK UNP tak pernah disebur-sebut. “Kami sangat kecewa, karena nama FIK UNP tak pernah disebut-sebut, padahal andil kami di FIK ini cukup malahan kami terus memberikan kemudahan ke mahasiswa bila mereka memperkuat Sumbar,” terangnya.

Benar, dari 14 medali emas yang berhasil disumbangkan kontingen Sumbar pada kegiatan multi iven empat tahunan itu, 11 diantaranya diraih oleh atlet yang masih tercatat sebagai mahasiswa FIK UNP atau alumni dari salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertua di Sumatera itu.

Lima orang peraih medali emas tercatat masih terdaftar sebagai mahasiswa SI atau S2 di FIK UNP. Mereka adalah Anton Permana peraih emas cabor silat S2 Pendidikan Olahraga, Corry Mita Kurnia emas silat yang juga tercatat sebagai mahasiswa pasca sarjana FIK UNP Pendidikan olahraga.
Dua atlet peraih emas dari cabor Tarung Derajat, Hendika Ramdoni dan Weli Akbar sama-sama tercatat sebagai mahasiswa Kepelatihan FIK UNP. Terakhir ada nama Delva Rizki peraih emas pertama cabor Taekwondo diajang PON, yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Pendidikan Olahraga tahun masuk 2012.

Secara keseluruhan 39 atlet peraih medali di PON Jabar tercatat sebagai mahasiswa S1 ataupun S2 di FIK UNP.
Selain atlet-atlet yang secara resmi masih tercatat sebagai mahasiswa di kampus almamater kuning tersebut. Peraih medali emas Sumbar di PON lainnya juga tercatat sebagai alumni FIK UNP.

Mulai dari peraih dua medali emas di cabor atletik, Yaspy Bobi yang tercatat sebagai mahasiswa FIK UNP angkatan 2011 dan sudah menyelesaikan studinya. Juga peraih dua medali emas cabor gantole, Nsr Yalatif yang merupakan alumni FIK UNP angkatan 2006 yang diwisuda 2011 lalu.

Pegulat andalan Sumbar, Husnul Amri yang menyumbang medali emas tercatat baru menyelesaikan studinya di FIK UNP Maret 2016 lalu. Demikian juga dengan atlet kempo, Anggi Prasetya yang sukses meraih medali emas di nomor embu putra.

“Malahan yang sering keluar di media adalah kami dibuat seolah-olah mempersulit izin atlet yang akan bertanding tersebut,” kata Dekan FIK UNP, Syafrizar saat melakukan temu ramah dengan mahasiswa yang merupakan atlet peraih medali di PON Jabar lalu.

Pria yang baru satu tahun terakhir ini menjabat sebagai Dekan FIK tersebut mengatakan, pihaknya selalu berupaya maksimal dalam memberikan kelonggaran kepada atlet yang akan bertanding atau melakukan persiapan untuk turun di iven-iven besar.

“Tapi selama ini yang terjadi kami dari Fakultas seperti tidak diikutsertakan, baik KONI maupun Dispora tidak pernah secara resmi datang untuk sekedar berkunjung langsung dan minta izin menggunakan atlet dari FIK,” lanjutnya.

Menurutnya, pimpinan KONI ke depan harus memperhatikan hal itu. Karena bagaimanapun, FIK UNP selalu 100 persen menyediakan SDM maupun sarana prasarana untuk fasilitas latihan.
“Bisa dilihat sendiri, ketika ada mahasiswa yang datang untuk minta izin menggunakan sarana, kami langsung membuatkan izin penggunaan tempat latihan,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi jelang penyelenggaran Porprov XIV/2016 Sumbar yang kurang dari sebulan lagi akan digulirkan, lanjut Syafrizar yang menyebut belum ada sekalipun perwakilan KONI Padang atau Dispora yang datang menemuinya untuk minta izin menggunakan atlet ataupun sarana FIK UNP yang akan digunakan pada iven dua tahunan tersebut.
Sementara itu, Pelatih Gulat Sumbar, Ediswal yang juga hadir pada pertemuan itu mengingatkan para atlet untuk tidak besar kepala karena sudah mampu berprestasi, sehingga memandang sebelah mata terhadap para dosen.

“Ini untuk Porprov saja izinnya tiga bulan. Kalau nanti tidak diberi sama dosen, dibilang kurang perhatian. Untuk itu, perlu dijalinkan komunilasi dengan dosen, jangan besar kepala. Sehingga kuliah bisa lancar dan prestasi juga bisa diraih,” tegas Ediswal. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*