Fungsikan Taman Kota, Lapak PKL di Depan Pasar Padangbaru Terancam Digusur

 

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-Sebagian Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di taman terminal depan Pasar Padangbaru Lubukbasung, kini tengah dilanda kegalauan. Pasalnya, lapak-lapak mereka terancam digusur, sesuai rencana Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Agam yang akan memfungsikan kembali taman kota.

Salah seorang pedagang Yet (42) saat ditemui wartawan mengatakan, setiap hari dirinya berjualan di pondok yang mereka bangun sendiri. Bersama pedagang lainnya, dia berjualan disana sudah 15 tahun lamanya. Terkait adanya rencana penggusuran bangunan kedai, menurut Yet memang sudah sering direncanakan, namun hal itu belum terealisasi sampai sekarang.

” Kami sudah berjualan dan mengais rejeki disini sejak lama. Kalau ada rencana penggusuran lapak-lapak PKL disini tanpa ada solusi yang pasti tentang nasib kami, bagaimana kami hendak membiayai anak-anak kami sekolah, karena dengan penggusuran itu membuat kami menjadi pengangguran” ujar Yet.

Pada hakikatnya, para pedagang tersebut memang tidak menolak untuk pindah, namun hendaknya pemindahan tersebut harus dibarengi dengan penempatan di tempat yang strategis, sehingga para pedagang tidak kehilangan pembeli karena dagangan mereka sepi.

” Bila dipindahkan ke dalam los pasar, kami khawatir akan sepi pembeli, karena pelanggan kami dominan sopir oplet, tukang ojek, dan mereka yang berlalu lalang di jalanan seputar Pasar Padang Baru Lubukbasung” tambah Yet.

Sementara itu, Camat Lubukbasung, Helton, membenarkan rencana pemerintah untuk menggusur bangunan yang berdiri sekian lama di lahan taman tersebut. Dan sebelumnya Pemkab Agam pun telah memberikan peringatan ringan kepada sejumlah PKL bahwa yang mereka tempati akan secepatnya dibenahi.

” Memang saat ini Pemkab belum menyediakan solusi bagi PKL yang berjulan di Lokasi taman, hal itu karena jauh-jauh hari PKL tersebut sudah diingatkan bahwa tempat yang mereka diduduki adalah aset pemerintahan, pemerintahan daerah sudah menyediakan tempat khusus bagi mereka untuk berjualan” ujar Helton.

Helton menambahkan, lahan taman tersebut harus dikembali menjadi taman. Karena sejak pembangunan pasar, lahan dimaksud memang untuk taman, dan tidak boleh dialih fungsikan. Para pedagang juga telah diundang untuk memberitahukan rencana pembongkaran tersebut.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*