My Futsal, Hadapi WPK Makassar, Sumbar Bakal Lebih Baik

akang-1JAKARTA,PADANGTODAY.COM – Ujian yang lebih berat bakal dihadapi Tim Futsal Sumbar di ajang My Futsal International Tournament (MIFT) 2015. Senin (23/2) siang, WPK Antam Makassar akan menjadi lawan berikut tim yang akan diproyeksikan untuk PON 2016 ini. 

Setelah menang 8-4 atas RAS FC Solo, tim WPK Antam bakal menjadi lawan sepadan bagi tim Sumbar yang diproyeksikan untuk PON 2016. Pelatih Syafrianto Rusli menyebut, masih banyak yang dibenahi timnya jelang laga kedua ini.

Dia menyebut, salah satu sisi kelemahan timnya di laga pertama adalah rotasi permainan dan masih ada kesalahan tak perlu yang terjadi di lapangan.

“WPK tim yang bagus dan dan lebih merata kemampuan pemainnya. Kita harus meminimalisir kesalahan-kesalahan tak perlu. Karena dalam futsal satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.”ucapnya.

Dia mencontohkan, saat melawan RAS FC Solo, empat gol lawan yang tercipta, hanya satu gol yang murni tercipta dari sebuah usaha lawan. Tiga gol lainnya lebih karena kesalahan pemain Sumbar. “Itu akan jadi perhatian kita, dan semoga anak-anak bisa tampil lebih bagus dan lepas,”ucapnya.

Karena itu, dalam laga nanti melawan WPK Antam, pelatih yang membawa Sumbar juara PON 2012 itu meminta Efrinaldi dan kawan-kawan bermain habis-habisan dan menunjukan fighting spirit yang tinggi.

“Melawan tim yang ulet seperti itu, kita harus melayani mereka bermain, apapun gaya mereka harus kita ikuti.”ucap Syafrianto yang tetap optimis timnya akan mampu memetik kemenangan kedua dan lolos ke babak 16 besar.

Sementara itu, Ketua AFD Sumbar, H. Yasman Yanusar yang setia mendampingi tim, juga berharap tim kombinasi pemain senior dan yunior ini bisa menunjukan permainan lebih baik. Dia senang, karena pemain senior eks PON 2012 seperti Randi Satria, Ronni, ataupun Yudhi Fatra, bisa menunjukan senioritas memandu yuniornya di lapangan.

“Itu tujuan utama kita membawa mereka, kita lihat di laga pertama bagiamana Akang (Randi Satria) dan Yudhi memberi servis-servis kepada yuniornyo di lapangan. Sehingga pemain muda kita seperti Fajri Setiawan pun bisa mencetak lima gol,”ucap Pak Haji, panggilan akrabnya.

Dengan kata lain, di turnamen ini ada terjadi transfer ilmu dan pengalaman antar pemain senior dan yunior. “Tentunya di ajang kompetitif dan ketat seperti ini transfer ilmu itu lebih bagus, ini sangat berharga bagi pemain muda yang masih minim jam terbang,” terangnya. (can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*