Gara-Gara Mic Mati, Rapat Paripurna Sempat Kisruh

Rapat paripurna DPR.

Rapat paripurna DPR.

PADANGTODAY.com-Rapat paripurna DPR pertama kali pasca konflik antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat digelar. Paripurna ini mengagendakan revisi UU No. 17 Tahun 2014 tentang MD3 yang masuk dalam Prolegnas 2014.

Ketua Baleg DPR Sareh Wiyono membacakan hasil pembahasan di Baleg soal revisi UU MD3. Pihaknya meminta persetujuan agar UU MD3 masuk Prolegnas dan masuk usul inisiatif DPR.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memimpin sidang paripurna ini. Namun sebelum meminta persetujuan, para anggota dewan yang hadir banyak melakukan interupsi.

Fahri lantas memberikan kesempatan pertama kepada Fraksi PDIP sebagai partai paling banyak anggotanya di DPR. Namun, sebelum mengungkapkan keluhannya, terjadi insiden mic mati.

“Silakan Fraksi PDIP,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/11).

Arief Wibowo yang ingin menyampaikan pandangannya terhambat karena mic di tempat duduknya mati. Fahri pun sampai memanggil dua kali untuk beri kesempatan kepada PDIP.

“Mic-nya mati pimpinan,” teriak politikus PDIP Aria Bima tanpa gunakan mic.

Mendengar hal itu, Fahri pun menyambut ketidaknyamanan itu. Dia langsung meminta agar sekretariat jenderal DPR membenarkan kerusakan sistem ini.

“Jangan sampai kita berantem gara-gara mic mati,” kata Fahri.

“Coba PDIP pinjam mic di depan yang hidup,” tambah Fahri.

Arief pun mencoba pindah tempat duduk ke sisi tengah ruang paripurna. Namun mic-nya tetap saja mati.

Akhirnya, Fahri memberi kesempatan kepada fraksi yang mic-nya hidup lebih dulu. “Kalau gitu kita mulai dari fraksi yang mic-nya hidup lebih dulu. Silakan Gerindra,” kata Fahri.

Rapat paripurna pun berjalan dengan kondusif. Tidak ada anggota yang maju-maju ke meja pimpinan, bahkan menggulingkan meja yang ada di paripurna seperti yang terjadi sebelum KMP dan KIH sepakat islah.

Seperti diketahui, KMP dan KIH beberapa kali ribut di paripurna sejak dilantik jadi anggota DPR pada 1 Oktober lalu. Akhirnya kedua kutub politik ini islah, setelah sepakat melakukan revisi terhadap UU No 17 Tahun 2014 tentang MD3.(dil/mdk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*