Garuda PS Gelar Seminar Ayam Potong

GARUDA-PS

Advertisements

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.COM -Pimpinan Garuda PS (Poutry Shop) Eri Nazar di Kantor Pemasaran di Tiakar Payakumbuh menyatakan, semenjak masuknya investasi peternak ayam potong supermodal atau bermodal besar dari luar, maka peternak lokal menjadi mati suri.

“Kita harus paham situasi ini, makanya bersama kami bersama rekan-rekan sesama pengusaha terkait ayam potong, Ineri Ardi (Berkah Chicken), Israr (Arafah PS), serta Memen (Garuda PS), disponsori juga oleh produsen obat-obatan ayam potong PT Medion, para pengusaha terkait ayam potong ini menggelar seminar dengan seratusan peserta peternak ayam di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Senin (15/9) di Hotel Kolivera III Payakumbuh,” kata Eri Nazar, Senin (15/9).
M
enurut Eri Nazar, selama ini Garuda PS selaku pengusaha inti pembina para peternak ayam (plasma) di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, telah banyak peternak ayam ”rumahan” yang gulung tikar. Pertama, sebab biaya yang dikeluarkan tidak sebanding lagi dengan hasil penjualan yang semakin murah harganya. Padahal kandang ayam para peternak ini tidak besar.

Merujuk hal ini, maka Garuda PS dengan semangat hendak menumbuhkan kembali para peternak ayam dengan modal tidak besar, yang hanya menyediakan kandang, lalu perawatan ayam, sementara suplay DOC sampai pakan dan obat-obatan disediakan oleh perusahaan inti yang akan menampung dan menjualkan hasil ternak ayam potong tersebut.

“Seminar sehari bagi seratusan peternak ayam potong di wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota ditujukan untuk menumbuhkan semangat para peternak agar kembali memelihara ayam potong dan broiler, kita juga bersama pihak PT Medion, supplier obat-obatan ayam potong ini akan menampilkan materi pengetahuan beternak ayam potong bagi peserta,” terang Eri Nazar detail.

Eri Nazar sendiri selaku pimpinan Garuda PS merupakan peternak inti yang berinvestasi dalam agribinis ayam pedaging. Para peternak plasma sebagai binaan Garuda PS adalah sebagian peserta seminar ini nantinya. Kini, ungkap Eri Nazar, dengan masa usia ayam potong sejak DOC 1 hari sampai 45 hari sudah siap potong.

”Kandang kecil 4 x 6 meter saja, jika diternakkan dengan baik, memakai pola dan sistem yang sesuai dengan pola yang akan kita ajarkan nantinya di seminar ini, para peternak rumahan ini; ibu rumah tangga, kepala keluarga, tanpa harus memakai karyawan, akan berpenghasilan tambahan Rp1-1,5 juta,” ungkap Eri Nazar.

Mengingat pentingnya manfaat seminar yang akan membahas beternak ayam potong dengan skala rumah tangga ini, maka Eri Nazar atas nama perusahaannya Garuda PS sedia mengeluarkan biaya murni dari kantong pribadinya dibantu para rekan; Ineri Ardi (Berkah Chicken), Israr (Arafah PS), serta Memen (Garuda PS), disponsori juga oleh produsen obat-obatan ayam potong ternama; PT Medion. (malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*