Gas 3 Kg Akan ‘Hilang’ Di Pasaran

gas-3-kg-bakal-hilang-di-pasaranJakarta, PADANGTODAY.com – Kenaikan LPG nonsubsidi secara langsung akan dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab untuk meraup keuntungan. Mereka akan memindahkan isi elpiji 3 Kg ke tabung elpiji 12 kg, atau biasa disebut elpiji oplosan.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menentang keras rencana PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 Kg. Alasannya sama seperti ekonom lainnya. Kebijakan ini hanya akan berdampak pada pengoplosan gas elpiji 3 Kg yang notabene disubsidi negara.

“Yang pasti dengan Posisi 12 kg naik, dampaknya menjadi yang 3 kg hilang di pasaran,” ucap Ichsan

“Kan akan dicari oleh orang banyak untuk dimasukkan di 12 kg. Dioplos sedemikian rupa yang 3 kg, dimasukin ke 12 kg,” paparnya.

Tidak dipungkiri, praktik pengoplosan gas elpiji menjanjikan keuntungan besar dan menggiurkan. Gas elpiji 3 Kg disubsidi pemerintah, sehingga harganya lebih murah. Setelah dioplos ke 12 kg dijual dengan harga sesuai keekonomian.

“Dijual dengan harga Pertamina. Untungnya luar biasa. Itulah orang Indonesia.

Ichsanuddin punya saran lain di luar kenaikan harga gas elpiji 12 kg. Untuk menutup kerugian, Pertamina bisa menggunakan gas LNG atau CNG. Produksi Indonesia untuk LPG tergolong terbatas sehingga harus diimpor. Importasi ini membuat mahal dan dampaknya Pertamina terus merugi.

“Kalau Chairul Tanjung bilang yang pakai elpiji 12 Kg orang kaya ke atas kok. Bukan soal itu. Soalnya adalah Anda menyembunyikan Anda punya ketergantungan pada yang namanya pengadaan elpiji. Sementara kita punya kilang yang produksinya cuma 600.000 barel per hari sehingga bebannya jadi berat,” ujarnya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas