Generasi Muda Musti Mengawasi Pemilu 2019

Padang-today.com – Bawaslu Sumbar menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu bersama kelompok pemuda Cipayung se-Sumbar.

“Para aktivis kampus se-Sumbar ini berani bergerak bersama masyarakat untuk ikut serta dalam mengawasi pemilu bersama Bawaslu,”kata Vifner Komisioner Bawaslu Sumbar di Padang.

   Ia menjelaskan,secara substansi yang berhak dalam pengawasan pemilu itu selain Panwas, rakyat juga berhak.

   “Selain panwas, masyarakat juga berhak atas pengawasan pemilu nanti, maka dari itu kami Bawaslu merangkul kelompok masyarakat agae turut berpartisipasi,” ujarnya.

   Vifner menambahkan,para anggota HMI ini punya peran yang strategi bagi negara.

    “Saya berharap kelompok cipayung ini selalu tetap eksis dan bisa melakukan pengawasan secara bersama pemilu di Sumbar ini,”imbuh dia.

    Muhammad Taufik menyataakan, generasi milenial saat ini sudah seharusnya muncul ke pentas demokrasi.

“Generasi reformasi yang tidak bisa kuasai reformasi berjalan, muncullah kelompok milenial, dan dengan generasi milenial ini agar mau campur tangan bersama generasi reformasi, milenial jangan diam dan menerima saja teman-teman harus mau masuk dalam pesta demokrasi ini,”kata dia.

      Generasi reformasi dan generasi milenial memiliki kultur yang sangat berbeda, generasi reformasi terbangun oleh kultur kritis sedangkan generasi milenial terbangun oleh kultur pencitraan.

     “Kultur pencitraan atau generasi melinial ini dibesarkan dalam pencitraan, secara sosiolistik merupakan kultur milenial realistis, pasalnya pegerakan pejuang demokrasi sudah bisa dilakukan melalui udara (medsos) sehingga generasi ini tidak perlu lagi bertemu secara fisik, cukup gunakan hastage lalu viralkan dan merubah,” jelas Muhammad Taufik.

      Menurut Muhammad Taufik bisa dikatakan kekuatan milenial ini berada pada teknologi, kunci perubahan demokrasi kali ini adalah peremajaan reformasi.

     “Kalau generasi milenial ingin menggapai negara yang maju serta ingin jadi pemimpin masa depan maka gapailah mimpi reformasi itu melalui medsos serta menggantikan posisi yang seharusnya,” katanya.

   Ia menjelaskan, ada 3 hal yang jadi musuh bagi generasi milenial Indonesia saat ini adalah pertama politik uang, kedua masalah Hoaxs dan ketika adalah politik rasis.

    Disisi lain Ketua Umum Badan Koordinasi Badko HMI Sumbar Wendi Juliandi Putra mengatakan Pemilu saat ini merupakan hal yang baru, sebab Pemilu 2019 kali serentak bersamaan Pilpres.

    “Hal ini sebagai suatu yang menegangkan, tak bisa dinafikan akam banyak nantinya masalah yang terjadi ketika hasil Pemilu di umumkan,” katanya.

   Wendi mengatakan sebagai kaum milenial di Sumbar mayoritas 40 persen, akan bisa berkontribusi banyak pada Pemilu nanti.

   “Sekitar 40 persen pemuda di Sumbar kami harapkan akan beri kontribusi bagi Pemilu nanti, mengingat kaum milenial ini dianggap sebagai generasi yang intelektual,” ujarnya.

    Wendi mengatakan keresahan dengan keadaan lingkunhan sosial saat ini sudah terasa, disebabkan oleh beda pilihan.

    “Kami sudah resah dengan kejadian sosial yang kini terjadi, misalnya mulai muncul bibit permusuhan antar tetangga gara-gara beda pilihan. Mestinya hal itu tidak usah terjadi mengingat orang minang menjunjung tinggi perbedaan pendapat,” jelas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas