Genius Umar Buka Workshop Pendidikan Keluarga Berbasis Gender

Pembukaan Workshop Pendidikan Keluarga Berbasis Gender

Padang-today.com__Wakil Walikota Pariaman H Genius Umar membuka acara Workshop Pendidikan Keluarga Berbasis Gender dalam program pendidikan non formal yang diselenggarakan oleh UPT Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Selasa  16-05-2017 di Gedung Baitullah Pariaman.

Kepala UPT SKB Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Arman, mengatakan, gender merupakan adanya perbedaan peran antara laki-laki dengan perempuan dalam peran masing-masing. Maksudnya, adanya kesetaraan antara laki-laki dengan perempuan dalam pendidikan” katanya.

Dalam Workshop ini nantinya akan memberikan edukasi dari narasumber, diantaranya kebijakan Paud Dikmas , keadilan kesetaraan gender, pengertian gender menurut agama, pengertin gender menurut adat serta pemberdayaan perempuan.

Mudah-mudahan dalam acara workshop kita dapat meningkatkan wawasan dalam pendidikan, kehidupan dan rumah tangga. Hasil yang diharapkan, agar peserta ini menjadi perpanjangan tangan dimasyarakat nantinya. Pasalnya, kalau masyarakat lebih maju, maka sangat banyak sumber daya di Kota Pariaman yang akan digali” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta yang ikut dalan workshop ini sebanyak 30 peserta, dari 30 peserta tersebut diantaranya kursus pelatihan, pengelola Paud, pengawas Paud Dikmas dan perwakilan Karang Taruna.

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam pembukaan menyampaikan, pendidikan  keluarga berwawasan gender adalah  upaya penyadaran keluarga dalam  memahami hak,  kewajiban, dan peran laki-laki dan perempuan sehingga terwujud keadilan dan kesetaraan gender  dalam  keluarga.

Pelaksanaannya diintegrasikan melalui pendidikan kecakapan hidup untuk keluarga, sehingga keadilan dan kesetaraan gender  di dalam keluarga didukung oleh kesejahteraan kehidupan keluarga. Program  pendidikan keluarga berwawasan gender adalah upaya  pemerintah yang  diberikan kepada lembaga untuk menyelenggarakan   penguatan terhadap kualitas kehidupan keluarga yang adil dan setara, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

” Kalau dulu itu perempuan tidak perlu pendidikan tinggi, cukup hanya tamat SMP saja, yang penting perempuan bisa mengurus rumah tangga. Namun, kalau sekarang tidak lagi, perempuan juga bisa mempunyai pendidikan tinggi.

Tidak ada lagi sekarang pemisah gender antara laki-laki dengan perempuan. Hanya saja pengarus utama gender harus memposisikan pada tempatnya masing-masing. Misalnya, perempuan sekolah bagian bidan atau perawat, sedangkan laki-laki sekolah bagian pengacara atau TNI” ujar Wawako. (sgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*