Genius Umar, Kota Cerdas atau Smart City

wawako genius umar beri sambutan pada sosialisasi pembudayaan pendidikan inklusi

Padang-today.com__Inisasi pembangunan Kota Cerdas telah meluas di berbagai daerah Kabupaten dan Kota Di Indonesia. Tidak ketinggalan Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat juga telah membahas terkait ingin mewujudkan Kota Pariaman sebagai Kota Smart City atau Kota Cerdas dengan melakukan kerja sama bersama Kabupaten Banyuwangi, Universitas Kuala Lumpur dan Universitas Andalas.

Bahkan dalam pertemuan Pemerintah Kota Pariaman dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi beberapa bulan lalu Wakil Walikota Genius Umar juga menyambut baik dengan inisiasi tersebut dengan berharap agar Pemerintah Kota Pariaman menjadi Kota Smart City atau Kota Cerdas.

Tentu menjadi menarik ketika Kota Pariaman yang akan dipimpin Genius Umar dengan Mardison Mahyuddin akan menjadi sebuah kota cerdas. Biasanya level kepemimpinan ini adalah suatu level strategis yang menentukan arah hingga program program terkait menjadi tercapai sesuai dengan visi dan misi Kota Pariaman.

Banyak definisi terkait dengan kota cerdas yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga maupun industri. Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas, perkumpulan penggiat Kota Cerdas di Indonesia telah mengeluarkan definisi yaitu suatu Kota yang bisa mengelola berbagai sumber daya kota secara inovatif dan terintegrasi sehingga warganya bisa hidup aman, nyaman, sejahtera dan bahagia yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi tujuan dari pengelolaan kota.

Untuk mewujudkan semuanya itu, Pemerintah Kota Pariaman telah memulai dengan belajar dari daerah lainya, seperti Kabupaten Banyuwangi.  “Setelah mempelajari berbagai hal tentang Smart City yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi, maka hal itu juga segera diterapkan di Kota Pariaman,” kata Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman.

Untuk langkah awalnya katanya, pemerintah daerah telah mempelajari melalui penjabaran yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyuwangi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah setempat.

“Ada beberapa hal yang ingin dipelajari oleh pemerintah Kota Pariaman terkait Smart City terutama tentang pengembangan sektor pariwisata berbasis internet seperti yang dilakukan pemerintah Kabupaten Banyuwangi,” kata dia.

Ia mengatakan rencana penerapan kota cerdas oleh pemerintah Kota Pariaman perlu dilakukan untuk menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

Selain sektor pariwisata, pemerintah daerah juga mempelajari tentang penerapan kota cerdas di bidang penganggaran, perencanaan dan lain sebagainya.

Hal itu katanya bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan birokrasi pemerintahan serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat setempat.

“Tujuan Smart City jelas mempermudah segala urusan masyarakat, seperti efisiensi waktu dengan sasaran meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat dan akurat,” ujarnya.

Khusus di Kota Pariaman paparnya, pemerintah akan berupaya memfokuskan pengembangan Smart City di sektor pariwisata.

Hal itu selaras dengan visi misi daerah menjadikan kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama.

Setelah mempelajari tentang kota cerdas, selanjutnya pemerintah Kota Pariaman segera bekerja sama dengan Unand dan Universitas Kuala Lumpur Malaysia untuk menerapkannya.

“Dalam waktu dekat Kota Pariaman segera menandatangani nota kesepahaman dengan Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyuwangi Bayu Santoso mengatakan penerapan kota cerdas telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir di daerah itu.

“Total sudah ada 14 kabupaten dan kota yang bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait Smart City, kita harapkan selanjutnya Kota Pariaman,” kata dia.

Terkait penerapan kota cerdas di sektor pariwisata, pemerintah Kabupaten Banyuwangi sudah bekerja sama dengan beberapa agen perjalanan wisata untuk memajukannya.

“Pada umumnya di pemerintahan Kabupaten Banyuwangi sudah menerapkan aplikasi berbasis internet hal ini mempermudah birokrasi dalam melayani masyarakat,” katanya.

Pihaknya berpendapat apabila masih menerapkan cara konvensional maka berbagai potensi pariwisata maupun sektor lainnya akan tertinggal oleh kemajuan zaman.

Profesor Ilham Sentosa dari Universitas Kuala Lumpur Malaysia mengatakan penerapan Smart City oleh pemerintah daerah akan membantu penyelenggaraan pemerintah serta memajukan ekonomi masyarakat.

Sebagai contoh katanya, penerapan aplikasi E-Comerrce yang bisa diterapkan kepada masyarakat dalam memasarkan berbagai produk kerajinan daerah.

Aplikasi tersebut kata dia, diterapkan melalui sistem internet sehingga masyarakat juga diminta cakap dalam mengoperasikan layanan internet.

Pihaknya menilai salah satu kelemahan dari Kota Pariaman yaitu belum begitu dikenal luas oleh para turis atau wisatawan dari luar negeri. Hal itu dikarenakan pengenalan daerah yang belum terkelola secara maksimal.

“Sebagai contoh teman saya dari Malaysia menanyakan dimana letak Kota Pariaman berada, padahal Pariaman memiliki banyak objek wisata,” katanya.

Pihaknya menyatakan rencana penerapan Smart City di Kota Pariaman difokuskan kepada tiga aspek yaitu pendidikan, budaya dan pariwisata.

Menurutnya fokus penerapan kepada tiga aspek tersebut akan mampu menggenjot percepatan pengenalan Kota Pariaman dari berbagai aspek ke dunia luar.

Apalagi ujar dia, Kota Pariaman juga didukung oleh keberadaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah serta berbagai objek wisata unggulan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pariaman Nazifah mengatakan rencana penerapan kota cerdas di Pariaman perlu didukung oleh berbagai pihak terutama masyarakat.

Pihaknya mengatakan untuk tahap awal pemerintah daerah beberapa tahun lalu telah memasang kabel optik sebagai salah satu syarat utama penerapan Smart City.

“ Kota Pariaman juga telah menerapkan aplikasi berbasis internet untuk menangapi keluhan masyarakat seputar pemerintahan yang dinamakan Unit Pelayanan Informasi Advokasi dan Keluhan (UPIAK),” tandasnya menghakiri pembicaraanya.

Di Indonesia kondisi Kota dan Kabupaten cukup bervariasi baik kondisi sumber daya alam, manusia hingga perilaku budayanya. Peluang dan tantangan masing masing kota berbeda, perlu dikelola dan dibangun seiring dengan kondisi yang ada.

Banyak pengelola kota menanyakan bagaimana membangun kota cerdas, dimulai darimana? Teknologi, Infrastruktur atau Manusianya. Membangun Command Center, membuat aplikasi atau bagaimana? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu diperlukan suatu kerangka kerja, bagaimana mendekati, memulai dan melakukan prioritas pembangunan kota cerdas tersebut.  (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*