GO-JEK TIDAK MASALAHKAN ADA PENOLAKAN

 

Padang-today.com – Managemen GO-JEK tidak mempermasalahkan penolakan dari sopir angkot kehadiran GO-JEK di Bukittinggi.Kami tetap operasional di daerah tersebut.
“Pihaknya tidam mempermasalahkan penolakan dari pengemudi angkot tersebut. Dan menjamin tetap memperluas pelayanan go-jek di berbagai wilayah di Indonesia,”kata
Senior Vp Operation GO-JEK Indonesia, Arno Tse di Padang.
Penolakan itu hal biasa,sebelumnya pernah di alami di kota-kota lain di Indonesia. “Jadi begini, yang namanya barang baru pasti yang lamanya ada yang teriak. Ini lazim terjadi di manapun,”ujar Arno.
Ia menyatakan,GO-JEK hadir di Indonesia dan di Padang dengan niat baik memberdayakan sektor informal.
“Kami tidak hanya berfokus membantu tukang ojek meningkatkan pendapatannya, tetapi juga pekerja sektor informal lainnya,”ungkapnya.
Ia menjelaskan, GO-JEKsaat ini telah beroperasi 35 kota di Indonesia. GO-JEK menghubungkan pengguna dengan lebih dari 300.000 partner driver ojek dan mobil, lebih dari 100.000 penjual makanan, serta lebih dari 7.000 penyedia layanan lainnnya.
“Mitra juga merasa kualitas hidup mereka meningkat sejak bersama bergabung bersama GO-JEK. Dimana 83 persen mitra GO-RIDE dan 80 persen mitra GO-CAR merasa kualitas hidup mereka meningkat, khususnya dari segi ekonomi dan jam kerja yang fleksibel sehingga punya lebih banyak waktu untuk bagi keluarga,”imbuhnya.
Ia menambahkan, khusus di Kota Padang, GO-JEK yang telah hadir sejak 2017, menawarkan 8 layanan yang meliputi GO-RIDE, GO-CAR, GO-FOOD, GO-MART, GO-SEND, GO-SHOP, GO-PULSA, GO-PAY, dan GO-POINTS yang merupakan program loyalti bagi pengguna GO-PAY.
“Selain para pekerja informal, GO-JEK juga membantu pengusaha kuliner di Padang untuk memperluas pasarnya,”ujarnya.
Saat ini sudah ada ribuan pengusaha kuliner yang bergabung menjadi merchant GO-FOOD, dimana sekitar 80 persen adalah pengusaha UKM kuliner dan yang berbisnis dari rumah.
Selain itu, pengusaha retail juga bisa bergabung menjadi merchant GO-MART. Dengan bergabung bersama kami, para pengusaha tersebut bisa memperluas pasar tanpa perlu menyediakan armada pesan antar,”jelas Arno.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*