GRM Soerjo Darsono, Pendamping PKH Dituntut Untuk Dapat Bekerja Profesional

Padang-today.com__Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera, Drs. GRM Soerjo Darsono mengapresiasi komitmen Kabupaten Padang Pariaman dalam penyelenggaraan Program Keluarga Harapan (PKH).

“ Komitmen itu terlihat dalam mendukung keberadaan Pendamping PKH dimana telah dianggarkan dana untuk tambahan insentif kepada seluruh Pendamping PKH. Dikarenakan salah satu strategi penanganan kemiskinan di Padang Pariaman yaitu dengan mengandalkan PKH,” kata Soerjo Darsono saat meninjau pelaksanaan Praktek Belajar Lapangan Pendamping PKH Regional I Sumatera di Nagari Limpato, Kec. VII Koto, Senin 25/02/2019.

Pihaknya menjadikan daerah itu sebagai lokasi kegiatan PBL bagi Pendamping PKH wilayah regional Sumatera. Ilmu yang didapat selama diklat akan dipraktekkan ke tengah masyarakat.

“ Alhamdulillah, sambutan Pemerintah Daerah dan masyarakat sangat antusias ,” kata Soerjo.

Kenapa tidak, pendamping PKH dituntut untuk dapat bekerja profesional, bertanggung jawab, memiliki integritas, termasuk motivasi dan inisiatif yang tinggi. “Pendamping sungguh menjadi ujung-tombak dan eksistensinya dapat menjadi faktor penentu keberhasilan PKH itu sendiri,” ujarnya memotivasi peserta PBL.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Hendra Aswara membenarkan Pendamping PKH akan mendapatkan tambahan insentif. Adapun nilainya dari Rp400-500 ribu terdiri dari Koordinator, Operator dan Pendamping sebanyak 71 orang.

“Seperti yang disampilan Bapak Kepala Balai tadi bahwa pendamping adalah ujung tombak keberhasilan PKH. Masyarakat diarahkan dalam penggunaan yang diterima agar bisa mandiri dan berkembang,” kata Hendra.

Ke depan, akan dilakukan verifikasi dan validasi data terkait jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memenuhi syarat. Saat ini sebanyak 17.473 KK penerima bantuan tersebut.

“Adanya PBL bagi Pendamping tentu banyak mendapatkan pengalaman dalam menyukseskan PKH,” kata mantan Kepala Dinas PMPTP itu.

Diketahui praktek belajar lapangan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 22 s/d 27 Februari 2019 yang dipusatkan di Kec. VII Koto. Adapun jumlah peserta PBL sebanyak 279 orang dari Propinsi Aceh hingga Lampung. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas