Gubernur DKI Jakarta Ancam Bakal Pecat Lurah Jika RPTRA Berubah Jadi Tempat Mesum

Gubernur DKI "Ahok".

Gubernur DKI “Ahok”.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang dibangun Pemprov DKI di enam wilayah tidak boleh dipergunakan sebagai tempat mesum. Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok itu mengancam bakal memecat Lurah setempat jika ketahuan taman layak anak itu berubah untuk melakukan perbuatan tercela.

“Itu tanggung jawabnya lurah. Kalau ketangkap, saya pecat lurahnya,” kata Ahok, di Balai Kota, Jumat (8/5/2015).

Untuk mengantisipasi berubahnya taman layak anak menjadi tempat mesum, Ahok juga telah menempatkan beberapa kamera pengawas atau CCTV yang dipasang di sudut-sudut taman tersebut. Di samping itu, DKI juga membangun pagar di luar taman agar warga tidak sembarangan melompat di sana.

Tak hanya itu, taman-taman tersebut juga akan dijaga 24 jam oleh satpam dengan ganti shift kerja. Basuki merencanakan pemberlakuan jam buka tutup taman layak anak itu, mulai dari pukul 05.00-00.00.

“Kami juga mesti bentuk sebuah Pergub untuk pengurusnya, karena akan melibatkan masyarakat di sana dan akan digaji. Kami ingin masyarakat dapat ikut memelihara taman itu dan tamannya juga dilengkapi air, listrik, dan wifi gratis,” kata Ahok.

Ada pun empat dari enam RPTRA yang akan diresmikan berada di Sungai Bambu Jakarta Utara pada 13 Mei 2015. Kemudian RPTRA di Gandaria Selatan Jakarta Selatan yang akan diresmikan pada 21 Mei2015. RPTRA di Kelurahan Cideng Jakarta Pusat akan diresmikan 29 Mei 2015, dan RPTRA di Kelurahan Kembangan Utara Jakarta Barat akan diresmikan pada 4 Juni 2015.

Sementara dua RPTRA di Cililitan Jakarta Timur dan Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu masih belum dapat diresmikan serta dibuka untuk umum.

Apabila program ini berhasil, Basuki menargetkan pembangunan RPTRA di 50-150 wilayah lainnya. Sehingga di setiap kelurahan, warga dapat menikmati ruang publik yang dilengkapi Posyandu, Perpustakaan, serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sana.

“Kami sudah dapat tanah untuk pembangunan 30 taman layak anak. Kalau tahun ini kami bisa bangun 50 taman, tahun depan bisa jadi 150 taman. Taman ini nantinya juga bisa digunakan warga tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan, tidak usah lagi sewa gedung atau tutupin jalan yang bikin macet,” kata Ahok.

(ksa/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*