Gubernur Irwan Prayitno : Kebahagian Sejati itu didapat dari Keluarga

Irwan Prayitno bersama Bupati Pasbar Baharudin R.

Irwan Prayitno bersama Bupati Pasbar Baharudin R.

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM -Keberhasilan dalam membangun keluarga sakinah, dapat dirasakan dan dinilai sebagai ukuran kebahagian yang nyata. Kebahagian tidak dapat diukur dari jabatan, kekayaan, penghormatan tahta namun seseorang dapat bahagia sejati dan secara lahir dan bathin jika keluarga mereka sukses, anak yang sehat,cerdas, berkrepibadian, berakhlak , santun dan diterima lingkungan secara baik, sehingga mereka menjadi lebih bermartabat.

Hal ini disampaikan Gubernur Irwan Prayitno saat Peringatan Hari Keluarga Nasional Tingkat Provisi Sumatera Barat XXI di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat, Kamis (16/10). Hadir dalam kesempatan itu Kepala BKKBN Pusat Prof. Dr. Fasli Jalal,MSc, Ketua Penggerak PKK Ny. Nevi Irwan Prayitno, Bupati Baharuddin R, utusan Bupati Walikota se Sumatera Barat, Ketua Umum IBI, Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, Forkopinda, Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Pasbar.

Irwan Prayitno juga menyampaikan apresiasi atas program menyukseskan Keluarga Berencana (KB) yang dirancang dan dilakukan pemkab Pasaman Barat, baik dengan Bidan per Jorong, Kepala Jorong dengan komitmen Stop Buang Air Sembarang menuju Pasbar yang sehat dan sejahtera.

“Kita juga bangga dan senang atas penyerahan beberapa sepeda motor kerjasama BKKBN dengan Pemkab Pasbar untuk operasional Bidan sebagai PL KB di Jorong,” terangnya.

Sinegritas BKKBN, Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam mendorong pembangunan manusia yang sehat, cerdas dan sejahtera sebagai keluarga masa depan Indonesia, merupakan sesuatu yang patut kita dukung bersama –sama oleh segenap komponen masyarakat di Sumatera Barat.

Karena keluarga yang berkualitas, berkarakter, santun bagi masyarakat Sumatera Barat merupakan tujuan dan harapan untuk kemajuan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat yang cerdas, sehat serta bermartabat, ungkapnya.
Kepala BKKBN Prof. Dr. Fasli jalal MSc dalam kesempatan itu juga menyampaikan, program KB merupakan upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas. Saat ini ada 76 Juta keluarga dari 250 juta penduduk Indonesia. Dengan jumlah kelahiran lebih kurang 4,5 Juta bayi pertahun dan meninggal lebih kurang 1,5 Juta jiwa, maka pertumbuhan penduduk Indonesia lebih kurang 3,5 juta pertahun.

Jika keluarga di Indonesia berkualitas baik, tentunya akan berdampak nyata dalam wujud Indonesia yang memiliki daya saing, maju dan sejahtera . Jika tidak keluarga tidak berkualitas, mereka akan tidak dapat berkembang dengan baik dan kemiskinan akan selalu menjerat mereka dalam kondisi ketidak mampuan menghadapi prolematika hidup mereka.
Karena itu kita sebagai pemimpin baik pusat dan daerah diharapkan, jangan meninggalkan generasi yan lemah dan tidak berkualitas. Bangsa ini maju tentunya didukung oleh SDM dari generasi yang sehat, berkualitas, cerdas serta memiliki daya saing guna menghadapi globalisasi kemajuan dunia saat ini.

Pendidikan konseling terhadap 9,5 Juta siswa SLTA yang tamat pertahun, perlu dilakukan agar mereka tidak salah jalan seperti , sex bebas, narkorba dan prilaku-prilaku yang tidak cocok dengan kultur budaya Indonesia. Kemudian juga ada 3,5 juta pasangan yang akan merancang melangsungkan pernikahan dalam membangun keluarga baru pertahun.

“Kita juga perlu mempersiapkan diri menghadapi tantangan pada tahun 2020, diperkirakan akan tumbuh usia lansia lebih dari 80 juta jiwa. Jangan para lansia kita jauh dari keluarga, karena peran mereka juga akan mampu memberikan pembelajar kepada generasi muda selanjutanya,” ajaknya.

Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dr. Emi Nurjasmi,M.Kes dalam kesempatan itu menyampaikan dari tangan-tangan bidan desa dan jorong lahir anak-anak kita. Saat ini ada 300 ribu Bidan di Indonesia di Sumatera Barat ada 700 Bidan.
Bidan ditunjuk sebagai PL KB sesuatu yang diyakini sangat tepat, karena mereka selain sebagai pelayanan kesehatan masyarakat juga dapat membantu masyarakat , dengan membuka pelayanan klinik KB dalam menyukseskan program KB secara baik ditengah-tengah masyarakat. Dan saat ini ada 76 % pelayanan KB dilakukan oleh para Bidan melayani ibu dan anak. Dimana Ada Bidan, Disana Ada KB, harapnya.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*