Gubernur: Pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Sumatera Barat Sebagai Pelestarian dan Pengembangan Seni dan Budaya Minang

Gubernur dialog dan Diskusi dengan Seniman dan Budayawan di Gubernuran Selasa malam, (14/4).

Gubernur dialog dan Diskusi dengan Seniman dan Budayawan di Gubernuran Selasa malam, (14/4).

PADANG, PADANGTODAY.com-Gubernur Sumatera Barat melakukan silaturrahmi Dialog dan Diskusi dengan Seniman dan Budayawan di Gubernuran Selasa malam, (14/4). Kegiatan pertemuan ini berkaitan dengan telah dilakukanya Ground Breaking pembanguan Gedung Pusat Kebudayaan Sumatera Barat beberapa waktu.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kadis Prasjal Tarkim Ir. Suprapto,MSi dan arsitek serta konsultan perencanaan bangunan.

Gubernur Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, pembangunan terhadap kegiatan keagamaan secara pisik telah dilakukan dengan pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat dan pembangunan Islamic Center, kemudian juga pembangunan secara fisik tentang adat juga bulan ini akan kita resmikan Gedung LKAAM.

Sementara untuk gedung kegiatan sosial kebudayaan belum terakomodir secara baik, karena itu sesuai dengan pandangan terhadap kebutuhan masa datang, kita merencanakan pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat saat sebatas disain cassing, tanpak dari luar, sementara materi kebutuhan yang di dalam belum lagi terolah dengan baik.

Memang ada beberapa aspirasi sementara yang masuk antara lain, adanya ruang theater tempat pertunjukan, ruang bengkel tempat mengolah dan pembinaan kesenian dan budaya, adanya ruang galery dan pameran, kemudian ruang medan ba paneh, ujarnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, untuk kita berharap masuk dalam penyempurnaan pembangunan gedung ini, sehingga nantinya keberadaan gedung ini menjadi ikon kebudayaan Sumatera Barat, dalam kontek masa lalu, masa kini dan masa datang.

Selain itu kita berharap, keberadaan gedung Pusat Kebudayaan Sumatera Barat ini, juga dapat menjadi tempat meningkat kualitas, kemampuan seniman dan budayawan sekaligus tempat pembelajaran serta pelestarian seni dan budaya Sumatera Barat secara umum. Keberadaan gedung Pusat Kebudayaan Sumbar dengan luas 23.000 m2 ini juga sekaligus juga sebagai tempat wisata bagi masyarakat, ungkapnya.

Muhasri sebagai kepala Taman Budaya yang juga telah menampung aspirasi dan tahu lebih dekat sebagaimana kegiatan di Taman Budaya ini menyampaikan , perlu penataan ruang, seperti Gedung Theater Utama ( besar lebih 1 000 orang), Theater Terbuka, Theater kecil dengan pengunjung (200 orang). Kemudian adanya gedung Galery dan pameran, dimana galery sebagai tempat menjual hasil karya-karya seni yang terbaik, sementara ruang pamaren sebagai tempat semua orang dapat memajang karya-karya mereka dan belum masuk standar penilaian sebenarnya sesuai qurator.

Kemudian sesuai fungsi dan peran taman budaya sebagai fasiltasi, diperlukan juga membangun wisma seni minimal untuk 20 kamar untuk tamu dan peserta seminar dari luar daerah untuk 2 hari kegiatan. Juga perlu lokasi komersil ( pasar seni) yang menjadi kesempatan bagi seniman dan masyarakat untuk berinteraksi secara langsung.

Namun untuk lebih baiknya kita perlu juga melakukan study banding kepada daerah-daerah lain baik provinsi maupun negara tetangga, harapnya.

Budayawan Daman Munir dan Asnam Rasyid senada menyampaikan, bahwa pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Sumatera Barat, ini merupakan mimpi yang telah lama dan diharapan, agar melibatkan para seniman dan budayaan Sumatera Barat, sehingga keinginan dan harapan dapat sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan pembinaan, pengembangan seni dan budaya Sumatera Barat tersebut. “Jangan karajo salasai, tokok ba bunyi “, ini perlu disikapi sejak dari awal.

Dan yang perlu pula kita sadari peran dan fungsi Taman Budaya, secara prinsip sebagai Bengkel, sebagai Informasi dan dokumentasi kebudayaan dan sebagai ajang promosi. Pemahaman ini tentunya perlu dibenahi kembali , karena semasa taman budaya ini masuk UPTD Pariwisata semua menjadi tidak fokus dan kegiatan informasi dan dokumentaso jadi hilang, terang Asnam Rasyid.

Semua masukan dalam pertemuan silaturrahmi Seniman dan Budayawan ini menjadi catatan baik kebaikan pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan Sumatera Barat bagi konsultan dan kadis Prasjal tarkim.(admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*