Gunakan Pendekatan Humanis, Cara Polisi Tertibkan Pedagang Dan Parkir Didepan Pasar Batusangkar

Fhoto : Pendekatan secara humanis dilakukan oleh jajaran Satlantas Polres Tanah Datar saat menertibkan pedagang dan parkir di depan pasar bertingkat Kota Batusangkar. (ddy)

 

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Kemacetan yang sering terjadi di depan pasar bertingkat Kota Batusangkar selama ini diketahui salah satu penyebab kemacetan arus lalin di pusat Kota Kabupaten Tanah Datar itu. Faktor parkir kendaraan dan lapak pedagang yang menyolok mempergunakan fasilitas umum jalan raya fenomena yang selama ini menjadi tugas rumah oleh instansi terkait.

Namun, pagi tadi Sabtu (10/06/18) jajaran Satlantas Polres Tanah Datar lakukan penertiban kawasan tersebut dengan cara pendekatan yang humanis kepada para pedagang kaki lima dan parkir di depan pasar bertingkat itu.

Kasat Lantas Polres Tanah Datar AKP. Yulandi Rusadi yang turun ke lokasi bersama dengan anggotanya dan beberapa orang petugas Dinas Perhubungan telah mematahkan fenomena tersebut.

Sebuah hal yang ironis selama ini, keberadaan pedagang kaki lima bukanlah karena diundang oleh pemerintah dan juga warga kota namun mereka datang sendiri dengan kemauan sendiri.

“Dengan menguasai bahu jalan dan mengakibatkan macet di pusat kota, beberapa padagang sudah mau bergeser, hal ini kami harapkan mampu bertahan karena jalur satu arah dipusat kota selalu dikeluhkan warga karena keberadaan pedagang dan parkir yang sering membuat macet,” ucap Kasat Lantas AKP. Yulandi.

Ketika ditertibkan ujar Kasat, tidak ada gesekan dan mereka sebetulnya tahu dengan aturan itu. Hal ini diharapkan dapat dimengerti oleh pedagang.

“Kami tidak melarang mereka melakukan aktifitas untuk kelangsungan hidup mereka, tapi kita harus paham dengan aturan yang berlaku, diharapkan pihak terkait dapat memberikan solusi bagi permasalahan mereka ini,” tutur Kasat.

Oleh karena itu, sebut Yulandi sebenarnya solusi bagi permasalahan pedagang kaki lima selama ini pemerintah harus menegakkan aturan yang ada, hukum dan aturan dibuat untuk menjamin ketertiban di masyarakat, dan hukum dan aturan berlaku pada setiap orang dan tidak bisa tebang pilih.

“Kasihankan, kota yang dijuluki kota budaya ini harus dirusak oleh tatanan kota yang sembrawut,” pungkas Yulandi.
(ddy)

Fhoto : Kondisi pasar setelah ditertibkan. (ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas