Guru, Jabatan yang Profesional

Elfizon SPdI - Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Elfizon SPdI – Guru Pendidikan Agama Islam SDN 03 Sungai Beringin Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Limapuluh Kota

Advertisements

Oleh : ELFIZON, S.Pd.I

Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Negeri 03 Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota

Guru adalah suatu propesi yang menuntut keahlian dan keterampilan dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Keahlian dan keterampilan tersebut diperoleh melalui proses pendidikan pada lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan, yang di sebut LPTK. Lama pendidikan yang di jalani di LPTK bervariasi, yang di tentukan oleh jabatan guru yang diembannya.

Pendidikan D-II PGTK dan PGSD serta begitu pula untuk menjadi guru SMP, SMA dan SMK memiliki pendidikan minimal S1 (sarjana). Apabila mengacu pada pasal 29 PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa kualifikasi pendidikan usia dini (TK), SD, SMP, SLTA memiliki akademik minimum D-lV atau S1.

Apabila ditilik lebih jauh makna pasal 29 PP Nomor 19 Tahun 2005 sudah tentu tidak akan dapat dilaksanakan dalam waktu cepat tetapi memiliki dimensi jangka panjang, yang memerlukan persiapan yang matang baik dari segi guru kita sendiri maupun lembaga yang menyelenggarakan pendidikan guru, terutama untuk guru TK dan SD. Memiliki keahlian keterampilan, dan sikap seperti yang di persyaratkan sebagai guru. untuk menjawab pertanyaan ini memerlukan suatu pengkajian yang cermat dan teliti dengan memperlihatkan berbagai indikator guru yang profesional.

Guru sebagai propesi yang di tuntut suatu keahlian dalam bidang yang di ajarkan kepada siswa. Materi yang terdapat dalam kurikulum dimilikinya secara detil baik yang berkenaan dengan keterampilan yang akan di miliki siswa. Guru misalnya sangat paham kapan ia mengajarkan indikator serta menstruturnya materi tersebut dalam suatu disain pembelajaran sistematis dan komprehensif serta sekaligus fleksibel untuk perbaikan-perbaikan, jika dalam pembelajaran proses pembelajaran ditemukan ketidak sesuaian dengan tujuan.

Desain pembelajaran yang dibuat tersebut di laksanakan dengan menggunakan berbagai strategi, media dan peralatan yang sesuai dengan materi pelajaran. Keterampilan ini disebut juga dengan kemampuan mengajar, yang sewaktu menuntut ilmu di LPTK disebut juga dengan komponen MKPBM dan bermuara untuk mendapatkan akta mengajar sesuai dengan jenjang pendidikan yang di ikutinya. Aspek lain yang tidak kalah pentingnya dimiliki guru adalah sikap dan perilaku yang bermoral.

Guru adalah panutan bagi siswa dan masyarakat sekitarnya. Ia mengajarkan materi pelajaran, sekaligus membentuk kepribadian siswa yang terpuji. Pembentukan kepribadian siswa yang baik bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi sangat berat sekali, namun masyarakat sangat berharap banyak kepada guru, sedangkan kita tau bahwa sebagian besar waktu siswa di orang tua dan masyarakat yang juga sangat besar perannya dalam pembentukan kepribadian siswa.

Tuntutan propesi seperti ini harus di terima dengan senang di hati dengan keiklasan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara walaupun penghargaan yang di berikan kadangkala tidak sebanding dengan tuntutan propesi yang di alami sebagai guru. Kadangkala yang menyayat hati guru dan tumpukan tumpuan personal yang di jalani oleh guru, misalnya kalau mutu lulusan rendah, maka di katakan guru kurang berkualitas.

Siswa nakal, guru tidak mampu mendidik dengan baik, Siswa tidak naik kelas, guru yang di ancam dan dipersalahkan. Banyak lagi tudingan-tundingan kepada guru kalau di rentang sangat panjang sekali. Namun, guru harus menerima kondisi yang seperti ini. Inilah tuntutan pekerjaan sebagai guru yang lebih banyak dukanya daripada sukanya. Guru tidak pasrah dengan kondisi seperti ini, harus di jawab dengan tindakan nyata, yaitu dengan tindakan yang propesional. Insyaallah mutu pendidikan akan meningkat, jika semua guru sepakat dan semestinya harus sepakat untuk menjadikan guru sebagai pekerjaan yang propesional.

Sampai tahun 2010 sudah di laksanakan sertifikasi guru sebanyak 7.500 orang, untuk tahun 2011 di laksanakan sertifikasi guru di bidang studi umum melalui UNP sebanyak 834 orang, sementara guru pendidikan agama islam (GPAI) dan guru madrasah bidang studi keagamaan melalui AIAN sebanyak 1.479 orang. Dengan demikian jumlah guru yang sudah disertifikasi tahun 2007 sampai tahun 2011 sebanyak 9.813 orang.

Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru berfungsi sebagai bukti pengakuan bahwa guru tersebut sudah di akui sebagai guru profesional, dan di laksanakan sesuai dengan peraturan mentri pendidikan nasional nomor 18 tahun 2007, tentang sertifikasi guru dalam jabatan.

Tujuan sertifikasi guru dalam jabatan ini adalah menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran, meningkatkan profesionalisme guru, meningkatkan proses dan hasil pendidikan nasional dan kementrian pendidikan nasional yang mengelola pemberian nomor register guru (NRG).

“NRG adalah syarat keluarnya tunjangan sertifikasi, guru yang telah memperoleh sertifikat, belum bisa di cairkan dana tunjangannya kalau belum mempunyai NRG”.

“Beberapa waktu yang lalu telah dikirimkan lagi data-data guru yang telah lulus sertifikasi untuk dikeluarkan NRG-nya ke Kementrian pendidikan pusat, jika NRG diperoleh guru tahun 2010, maka guru tersebut baru mendapatkan tunjangan sertifikasi tahun 2011.

Mulai tahun 2012, guru yang akan sertifikasi harus mengikuti uji kompetensi dan guru yang lulus uji kompetensi baru bisa mengikuti pendidikan dan latihan Profesi Guru (PLPG) sertifikasi guru dalam jabatan akan tuntas tahun 2014, dalam artian bahwa guru yang disertifikasi dalam jabatan adalah guru-guru yang memenuhi persyaratan salah satunya adalah masa kerja 7 tahun, undang-undang Guru dan Dosen mengamanatkan untuk meningkatkan martabat dan mutu guru.

Namun, dalam implementasinya justru tidak seimbang kesejahteraan meningkat, tetapi kualitas guru cendrung stagnan atau jalan ditempat. Kita mengharapkan kepada guru agar meningkatkan kemampuan akademik dengan memanfaatkan tunjangan sertifikasi yang telah diberikan pemerintah.

UU Guru Nomor 14 tahun 2015 menegaskan guru sebagai profesi pendidik. Guru dan Dosen diangkat sebagai profesi, artinya para pemengangnya berhak mendapatkan hak-hak sekaligus kewajiban profesional.(***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*