H. Febby Dt Bangso Hadiri Rangkaian Evaluasi Kinerja Pendamping Desa 50 Kota

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Tenaga Ahli di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, yang selama ini melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan Dana Desa, melakukan konsolidasi. Banyak hal yang bahas dalam konsolidasi, di  Hall Dinas Kesehatan Limapuluh Kota, Sabtu (15/12/2018) lalu.

H. Febby Dt Bangso Hadiri Rangkaian Evaluasi Kinerja Pendamping Desa Limapuluh Kota Kota
Usai penyerahan alat diteksi dini banjir untuk Kabupaten Pasaman Barat, diserahkan Direktur Jendral PDTU Kemendes PDTT Ir Aisyah MM dan Staf Khusus Mendes PDTT H. Febby Datuk Bangso.

Pada kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, H. Febby Datuk Bangso memberikan pandangan dan langkah-langkah terkait memaksimalkan peran serta keberadaan tenaga ahli dan pendamping desa.

Ia kemudian juga menyingkung rencana Evaluasi Kinerja (Evkin) dan Kontrak Kerja Tenaga Pendamping Profesional (TPP) 2019. Katanya, evaluasi tersebut sangat penting, sehingga langkah-langkah di 2019 akan bisa lebih maksimal dibandingkan dari waktu-waktu yang terlah berlalu.

Katanya, Evkin tersebut merupakan tindaklanjut dari surat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, nomor 93/PMD.04.01/XI/2018 tertanggal 27 November 2018, perihal Evaluasi Kinerja (Evkin) dan Kontrak Kerja Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tahun 2019.  Untuk keberlanjutan pendampingan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Desa (P3MD) sesuai amanat Undang UndangNo 6 tahun 2014 tentang Desa, maka Satker P3MD Provinsi melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan melakukan Evaluasi Kinerja Tenaga Pendamping Profesional tahun anggaran 2018. Evkin direncanakan di Padang, Selasa-Rabu, 18-19 Desember 2018. Pesertanya adalah para pendamping desa se-Sumbar.

H. Febby Dt Bangso Hadiri Rangkaian Evaluasi Kinerja Pendamping Desa Limapuluh Kota Kota
H. Febby Dt Bangso Hadiri Rangkaian Evaluasi Kinerja Pendamping Desa Limapuluh Kota Kota

Pada kesempatan tersebut, Datuk Febby —sapaan akrab rang Agam— mengatakan, evaluasi tersebut mutlak dilakukan agar bisa mengukur capaian dari kinerja yang sudah dijalankan, khususnya kinerja 2018, “jika ada kekurangan, kita berharap, kekurangan tersebut tidak terulang lagi dikemudian hari. Kekurangan bisa dilengkapi dikemudian hari,” katannya.

Ia melihat, 2019 adalah tahun yang berat, namun tetapmembawa harapan lebih. Masyarakat desa juga menaruh harapan lebih, sebabpenggunaan Dana Desa 2019 lebih dititikberatkan kepada perbaikan danpeningkatan kesejahteraan masyarakat, tidak lagi difokuskan untuk pembangunaninfrastruktur.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas