H Rifa Yendi Akui Memang Berharap Nomor Urut 3. Rajo Suaro Insya Allah Menang

H Rifa Yendi – Zulhikmi Dt Rajo Suaro -

H Rifa Yendi – Zulhikmi Dt Rajo Suaro –

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Gelaran Deklarasi pasangan nomor urut 3, Calon Bupati dan Wakil Bupati H Rifa Yendi – Zulhikmi Dt Rajo Suaro (Rizki) Rabu (26/8) di rumahnya di Jorong Puanok, Nagari Pangkalan ternyata menyimpan cerita luar biasa. H Rifa Yendi, sejak semalam sebelumnya telah berdoa agar diberikan nomor urut 3.

Sebab, aku H Rifa Yendi, saat Pilkada 2010 lalu, ia bernomor urut 5, lalu menang di posisi III. Kali ini, dengan nomor urut 3, ia percaya berkah Allah akan menjadikannya nomor urut I bersama Zulhikmi Dt Rajo Suaro.

“Insya Allah ini berkah. Sebab, mobil saya berplat nomor 135. Insya Allah 1+3+5 sama dengan kemenangan di 9 Desember,” ujar H Rifa Yendi berseloroh.

Majunya, dirinya, H Rifa Yendi ke kancah Pilkada untuk kedua kali, adalah juga hasil desakan para tokoh di Limapuluh Kota. Membangun Limapuluh Kota juga dibutuhkan jiwa pengusaha dan didampingi Zulhikmi Dt Rajo Suaro yang seide dengannya; jujur, ikhlas, dan pekerja keras.

Keinginan keduanya diakui sama. Di depan para masyarakat yang memenuhi halaman rumah H Rifa Yendi, membangun dengan kebersamaan, menjadi konsep mereka. Supaya semua maju bersama, maka jalur indipenden menjadi pilihan utama.

“Alhamdulillah, ternyata pilihan kami ini didukung 40 ribu lebih KTP masyarakat Limapuluh Kota, melebihi target 31 ribu yang dimintakan. Perjuangan masih panjang. Setelah kami diantarkan ke arena, maka kami meminta masyarakat mengantarkan kami sampai ke ujung jalan sukses nantinya,” pinta H Rifa Yendi.

Dt Rajo Suaro

Zulhikmi Dt Rajo Suaro sendiri kemudian berpidato. Bersemangat. Bahwa pilihan H Rifa Yendi membawanya maju bersama, ia syukuri. Sebagai calon yang mendampingi, Zulhikmi sadar ini adalah perjuangan bersama. Bersama Cabup dan bersama masyarakat.

Zulhikmi kemudian mengakui bahwa ia dibesarkan dan pernah bersekolah di SDN 4 Pangkalan. Ayahnya adalah guru di MTs Muhammadiyah Pangkalan. Maka, Pangkalan tak asing lagi baginya.

“Saya menunggu wejangan dan petunjuk dari segenap tokoh dan masyarakat untuk menang. Memang, yang dicari suaro. Maka, gelar adat saya Dt Rajo Suaro menjadi panduan pemenangan suaro,” ujar Zulhikmi bergurau disambut gelak tawa peserta deklarasi dan masyarakat.

Zulhikmi lahir di Nagari Pauh Sangik, kecamatan Akabiluru. Perpaduan Barat dan Timur dengan H Rifa Yendi. Zulhikmi berumur 55 tahun, lahir 15 Juni 1960. Ia bertugas selaku guru olahraga 1983 – 1992 di Tanjung Pati. Lepas itu, dibebani tugas administrasi. Setelah terakhir ia menjabat Staf ahli Bupati Limapuluh Kota.

“Visi saya tidak muluk-muluk. Semangat dan kerja keras. Dengan hati yang tulus-setulusnya untuk kemenangan bersama H Rifa Yendi,” pungkas Zulhikmi.(dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*