Hadi Utomo : Tingkah Laku Anak Berasal Dari Pola Asuh Orang Tua

Hadi Utomo bersama staf Badan Taskin PMPKB tanah datar.

Hadi Utomo bersama staf Badan Taskin PMPKB tanah datar.

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Pengasuhan anak yang gagal disebabkan pola asuh orang tua. Namun sering kali para orang tua tidak menyadari bahwa mereka telah gagal mengasuh diri mereka sendiri.

Pendidikan anak dalam islam yang kita kenal adalah tarbiatul aulat, adapun sekilas tentang tarbiatul aulat adalah orang tua yang gagal dalam mengasuh diri sendiri pasti akan gagal dalam mengasuh anaknya.

Pada umumnya orang tua di Indonesia berpendapat secara tidak adil terhadap anaknya, mereka hanya melihat ujung dari perbuatan anak mereka, yang mereka anggap lari dari kaidah agama, moral ataupun masyarakat. Misalnya seperti tentang kenakalan anak, mengenai tindakan kebut-kebutan di jalanan, terlibat narkoba, atau hamil di luar nikah. Orang tua selalu menyalahkan anaknya, tanpa bertanya kepada diri mereka mengenai apa yang telah ia perbuat sehingga mereka gagal dalam mengasuh anak.

Sekilas itulah pandangan yang di berikan oleh Hadi Utomo, tenaga ahli pengembangan kota layak anak/KLA sekaligus sebagai ketua Yayasan Bahtera Bandung yang hadi sebagai nara sumber dalam acara penguatan Stake Holder Perlindungan Perempuan dan Anak dari tindak kekerasan yang di gelar oleh Pemda tanah Datar 17/11 di gedung Dharma Wanita Indo Jalito.

Di temui PADANGTODAY.com hadi sedikit memberikan penjelasan tentang contoh beberapa kasus yang marak terjadi di Tanah Datar, mengenai kasus bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa anak “semua itu merupakan kesalahan dari orang tua yang gagal dalam mengasuh anak, seringkali orang tua tanpa menyadari melemparkan ucapan, kata-kata tidak baik yang akhirnya melekat pada jiwa si anak, bisa itu berupa bentakan, sindiran yang merendahkan martabat atau harga diri si anak, atau kata kata yang tidak menghormati si anak. Nah hal-hal tersebut dapat membuat jiwa si anak menjadi depresi dan membuat pola pikir mereka menjadi sempit dalam menyelesaikan persoalan hidup mereka, yang kadang kala permasalahan mereka sangatlah ringan, namun mereka mengganggap hal itu terasa berat sekali, sehingga mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka” ujar hadi.

Sebagai umat islam sebenarnya kita harus melihat dan berpedoman pada pola pendidikan anak yang pernah di terapkan dan di ajarkan oleh nabi Ibrahim AS kepada anaknya, ia sebagai seorang bapak yang sangat sopan pada anaknya, lemah lembut dan sangat bijaksana dalam menyikapi setiap perbuatan anaknya yang dianggapnya salah.

Tindakan sopan kepada anak merupakan suatu keharusan dalam mengasuh anak, baik itu perannya sebagai orang tua, guru atau pengasuh, alim ulama, polisi ataupun jaksa haruslah bertindak sopan kepada anak yang masih di bawah umur, sehingga lingkungan yang mendidik si anak sopan dengannya akan melahirkan sifat dan karakter anak yang belajar sopan, hormat kepada orang lain dan.lingkungannya.

Ditambahkan oleh hadi mengenai pergeseran moral dan mental Individu pelaku cabul di tanah datar, ia juga mengatakan bahwa kemerosotan moral ini merupakan dampak dari historis perjalan hidup pelaku kejahatan ini, sikap orang tua dari pelaku ini perlu di kaji lagi dengan seksama, kebanyakan dari pelaku kejahatan merupakan individu yang semasa kecilnya merupakan korban dari tindak kekerasan didikan orang tua ataupun lingkungan mereka, apakah itu seringnya mereka menerima kata-kata yang tidak pantas dalam hidupnya, bentakan atau sindiran yang mengguncang jiwa dan moral.mereka mengakibatkan lahirlah individu individu yang tidak percaya diri, sering menyalahkan orang lain atau tidak bertanggung jawab, dan berpola pikir negatif, dalam sebutan yang lebih extreme para anak anak yang di ajarkan dengan kekerasan ini banyak yang menjadi pembunuh, pemerkosa, pengguna narkoba dan kadang menjadi gila. Ini adalah dampak depresi jiwa yang tidak di ketahui oleh orang tua mereka. Padahal para pelaku kejahatan moral ini secara garis besarnya merupakan produk dari pola pendidikan orang tua yang salah.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*