Hail Laut Indonesia Belum Optimal Dalam Mensejahterakan Masyarakat

konsumsi-hasil-laut-rakyat-indonesiaJakarta, PADANGTODAY.com – Deputi Relevansi dan Produktivitas Iptek Kemenristek, Agus Pudji Prasetyono mengatakan konsumsi hasil laut atau sea food rakyat Indonesia masih kecil. Bahkan rata rata konsumsi sea food rakyat Indonesia per kapita kalah dengan Malaysia dan Singapura.

“Kita konsumsi sea food cuma 33,89 kilogram per kapita. Sedangkan Singapura itu 48,1 kilogram per kapita, bahkan Malaysia mencapai lebih 56 kilogram per kapita,” kata Pudji dalam acara di BPPT, Jakarta, Jumat (12/9).

Pudji menyayangkan kecilnya konsumsi sea food masyarakat Indonesia. Ini sebagai bukti belum optimalnya pemanfaatan hasil laut untuk mensejahterakan masyarakat. Padahal laut menyimpan potensi luar biasa yang tidak hanya bersifat protein, namun juga energi.

“Potensi laut itu banyak bahkan banyak energi seperti energi baru terbarukan, energi biofuel. Dari hasil penelitian kita potensi listrik dari laut itu mencapai 727 megawatt per tahun.”

Pudji berharap pemerintah terkait mampu mengembangkan potensi laut. Pudji dari Kemenristek akan membantu dalam bidang teknologi. “Ini perlu disikapi dengan peran Iptek juga. Salah satu faktor penentu kelautan nasional,” ujarnya.

Dengan luas lautan dan kekayaan laur Indonesia yang begitu bernilai ekonomi, sebagai negara maritim bisa mensejahterakan masyarakat dalam bidang ekonomi maupun urusan perut. Protein hasil laut seharusnya bisa dinikmati masyarakat memenuhi gizi seharian.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas