Harga BBM Tidak Dinaikkan, SBY Muluskan Jalan Di Akhir Jabatan

bbmJakarta, PADANGTODAY.com – Para menteri diultimatum untuk tidak mengambil kebijakan strategis sepanjang 100 hari terakhir masa pemerintahan kabinet Indonesia bersatu. Ultimatum langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini secara tidak langsung menutup ruang kemungkinan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Advertisements

Djoko Setijowarno pengamat transportasi melihat , jika tidak menaikkan harga BBM, SBY ingin memuluskan jalannya di akhir jabatan. Sebaliknya, bagi presiden terpilih 2014-2019 Joko Widodo dan pemerintahan baru justru bakal semakin sulit.

kata Djoko Setijowarno , Jangan sampai nantinya pemerintah SBY mulus tapi pemerintah Jokowi jadi mules (sakit perut). Menderita akibat kebijakan pemerintah masa lalu yang kurang bertanggung jawab.

Subsidi BBM diakui tidak tepat sasaran. Pengguna mobil menikmati subsidi Rp 8,1 juta per tahun per mobil. Sedangkan sepeda motor menikmati subsidi Rp 1,6 juta per tahun per motor. “Sedangkan yang tidak punya mobil dan motor tidak bisa menikmati subsidi,” pungkasnya.

“Hanya beli rokok saja naik sepeda motor, tak mau berjalan kaki. Ini juga karena pedestarian tidak dibangun. Lebih baik anggaran subsidi BBM dialihkan membuat transportasi umum dan fasilitas pejalan kaki yang bisa membuat warga lebih sehat dan hemat,” tutupnya.

(mr/nol)