Harga Beras Yang Melambung Tinggi Belum Berdampak Pada Tekanan Inflasi

Ilustrasi Beras

Ilustrasi Beras

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadiwibowo melihat, deflasi atau penurunan harga yang terjadi dalam dua bulan yakni Januari dan Februari tidak lepas dari kebijakan pemerintah menjaga harga barang dan menjaga pasokan barang. Harga beras yang melambung tinggi beberapa pekan terakhir belum berdampak pada tekanan inflasi.

“Deflasi Februari karena adanya andil pemerintah terutama kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Seperti penurunan harga BBM pada akhir tahun. Sehingga efeknya Januari dan Februari masih deflasi,” ujar dia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3).

Dari catatan BPS, Januari dan Februari jarang mengalami deflasi. Biasanya, kata dia, deflasi terjadi pada Maret dan April. Bahkan, dalam lima tahun terakhir atau periode kedua kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, jarang terjadi deflasi.

“Dari 5 tahun sangat jarang deflasi. Ini baru deflasi Februari yang kelima sepanjang 5 tahun lalu atau 600 bulan,” ucapnya.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Februari 2015 terjadi deflasi 0,36 persen. Sedangkan, bulan Januari juga terjadi deflasi sebesar 0,24 persen.

(noe/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*