Harga Cabai di Pariaman Capai Rp45 Ribu

photo ilustrasi pedagang cabai di pasar tradisional

Kota Pariaman, Padang-today.com__Memasuki Tahun baru 2018 ini harga cabai merah keriting di Pasar Tradisional Kota Pariaman Sumatera Barat mencapai Rp45 ribu per kilogram atau naik Rp7 ribu dari harga sebelumnya.

“Harga cabai merah keriting tersebut mengalami kenaikan sejak satu minggu terakhir dan cukup berimbas kepada daya beli di tingkat pedagang,” kata salah seorang pedagang cabai merah Busra (24) di Pariaman, Rabu, 17-01-2018.

Ia mengatakan harga cabai merah keriting tersebut terus mengalami fluktuatif sejak satu bulan terakhir, dan berimbas kepada jual beli masyarakat.

Dikatakan, pelanggan yang biasanya membeli satu kilogram terpaksa membeli setengah kilogram karena kenaikan harga cukup signifikan, ujarnya.

Bahkan kata dia, beberapa hari yang lalu harga cabai merah keriting lokal menembus Rp48 ribu per kilogram. Namun harga cabai hijau keriting mengalami penurunan sebesar Rp4 ribu dari Rp28 ribu harga sebelumnya.

Pihaknya mengatakan harga cabai merah keriting lokal sedikit lebih mahal jika dibandingkan cabai dari daerah lain karena kualitas pedasnya lebih tinggi.

Di tingkat pedagang ujar dia, pada umumnya saat ini pasokan cabai merah keriting didatangkan dari daerah Curup Provinsi Bengkulu dan Kota Padang Panjang.

“Pasokan cabai merah kami datangkan dari daerah Curup dan Kota Padang Panjang, sedangkan dari daerah Jawa dan Kota Medan belum masuk karena masih tinggi mencapai Rp48 ribu per kilogram,” kata dia.

Sedangkan harga cabai rawit, lanjutnya, mengalami penurunan drastis hingga Rp30 ribu dari Rp80 harga sebelumnya. Namun hal tersebut masih dikeluhkan konsumen, kata dia.

Pihaknya berharap pemerintah daerah mampu mencarikan solusi agar harga cabai merah keriting dapat kembali normal yang berimbas kepada jual beli masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit mengatakan kenaikan harga cabai merah keriting tersebut bersifat fluktuatif.

“Tim Perindagkop dan UKM setiap hari terus melakukan pemantauan harga di pasaran, terutama pedagang yang memiliki pasokan cabai merah untuk menghindari lonjakan harga berlebihan,” katanya.

Kenaikan harga cabai merah keriting tersebut katanya, sudah terjadi secara fluktuatif sejak 16 Desember 2017 hingga 17 Januari 2018 di tingkat pedagang.

Kenaikan harga tersebut katanya, dipicu oleh kurangnya pasokan cabai merah namun kebutuhan di tengah masyarakat terus mengalami peningkatan. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas