Hari 2, Pansus 1 DPRD Payakumbuh, Sambangi Disdukcapil DKI, Ranperda Agar Sempurna

Hari 2, Pansus 1 DPRD Payakumbuh, Sambangi Disdukcapil DKI, Ranperda Agar Sempurna

Hari 2, Pansus 1 DPRD Payakumbuh, Sambangi Disdukcapil DKI, Ranperda Agar Sempurna

Jakarta, PADANG-TODAY.com-Saat Panitia Khusus 1 DPRD DKI menyambangi Dinas Dukcapil, yang disambut oleh Sekretaris Edi Supriadi, ternyata memang kini dio DKI urusan administrasi kependudukan diselesaikan sampai tingkatan kelurahan. Adanya Satpel Capil (Satuan Pelayanan Capil) di tingkat Kelurahan dengan sistem online (SIAC).

Pansus 1 yang berkunjung dengan sistem jemput bola terhadap masyarakat lanjut usia yang tidak bisa melakukan pengurusan ke Kantor Capil kini diutamakan. Kunjungan Pansus 1 DPRD Payakumbuh, Selasa (8/5/2018). Panitia Khusus I DPRD Kota Payakumbuh, sehari sebelumnya (7/5/2018) telah menjambangi DPRD Provinsi DKI Jakarta. Di Ds Jakarta, Pansus yang dipimpin oleh Syafrizal (Ketua), Heri Iswandi SE Datuak Rajo Muntiko Alam (Wakil Ketua), dan Alhudrie Datuak Rangkayo Mulie (Sekretaris). Pansus 1 yang membahas Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan mendapatkan banyak informasi di DPRD DKI.

H. Suparman, SPd selaku koordinator Pansus 1, serta anggota Pansus 1; Edward DF SSos, Hurisna Jamhur SPd, Chandra Setipon AMd, Yanuar Gazali SE, Aprizal M, H, Maharnis Zul SPd, Ridwan SH, Ahmad Ridha SH seluruh anggota Pansus 1 didampingi Sekretariat Nofriwaldi Syawal dan Hendra. Edi Supriadi menerangkan bahwa dalam Perda juga mengatur tentang peran RT/RW setempat. Makanya kini juga dibuka layanan di Dinas Dukcapil pada hari libur dengan sistem per shif.

“Setiap pelayanan di SKPD, kini pun sudah bisa mengakses pendataan penduduk dengan mengetik nomor NIK agar bisa mengetahui semua dan memastikan data KTP itu benar atau tidak,” jelas Edi Supardi.

Berdasarkan informasi Ketua Pansus 1 DPRD Payakumbuh Syafrizal, Pansusnya membahas Rancangan Peraturan Daerah Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

“Masih ada kekurangan di DKI Jakarta saat ini, kekurangan yang ada adalah kurangnya tanggap masyarakat melaporkan anggota kelurga yang telah meninggal. Sebenarnya tanggap dari RT setempat melaporkan ke Kelurahan,” papar Edi Supriadi.

Memang, mestinya kelurahan yang jemput bola ke rumah masyarakat yang telah meninggal. Sebab Capil tidak bisa menghapus yang telah meninggal tanpa laporan dari pihak keluarga. Maka dari itu data BPS itu ada ditemukan kelurga yang telah meninggal tetap ada dalam data.

Paparan dan data Sekretaris Dinas Dukcapil Edi Supriadi itu dibahas oleh Ketua Pansus Syafrizal dan anggota lainnya. Koordinator Pansus 1 H Suparman SPd mencatat semua pemaparan dan diskusi yang berlangsung.

“Kita akan pakai semua paparan sebaik-baiknya guna Ranperda ini. Semua masalah akan kita ramu sehingga untuk Ranperda Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan akan terdapat kesempurnaan,” ujar Suparman bersama H Maharnis Zul serta anggota Pansus lainnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas