Harlina Sulistyorini, Kemajuan BUMDes Terlihat Ketika Mampu Mengali Potensi Daerah

 

Padang-today.com__Badan Usaha Milik Desa ‘BUMDes’ di Kota Pariaman harus mampu menggali potensi unggulan daerah agar dikenal masyarakat luas.

“”BUMDes ini yang kami harapkan menjadi percontohan untuk desa lainnya,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Harlina Sulistyorini usai rapat koordinasi dengan BUMDes se-Kota Pariaman di Pariaman beberapa hari lalu.

Ia menjelaskan BUMDes bersama tersebut yaitu badan usaha yang dijalankan oleh sejumlah desa dengan memanfaatkam potensi daerah dari sejumlah desa itu.

Dibentuknya BUMDes bersama tersebut karena dinilai lebih ekonomis dan mudah berkembang dari pada BUMDes biasa.

Hal tersebut karena BUMDes biasa pada umumnya dinilai berpotensi perang usaha antara satu desa dengan desa lainnya sehingga menghambat perkembangan badan usaha desa.

“Jadi kita bisa menekan terjadinya kanibalisme usaha antar-desa,” katanya.

Ia menyebutkan hampir 100 BUMDes bersama yang memiliki berbagai usaha mulai dari pariwisata dan pertanian yang telah memperoleh pendapatan hingga Rp100 juta per bulan.

Ia menyampaikan di Sumbar sudah mulai membuat BUMDes bersama tersebut yaitu di Kabupaten Pesisir Selatan yang mana desa sama-sama mengelola Kawasan Wisata Mandeh.

“Pesisir Selatan ini masih cikal bakal karena baru terbentuk tahun kemarin,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengatakan pihaknya telah menetapkan beberapa kawasan untuk dikembangkan sesuai dengan potensinya di antaranya pariwisata, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pertanian.

“Jadi satu kawasan tersebut terbentuk dari beberapa desa,” katanya.

Beberapa desa di setiap kawasan tersebut dapat membuat BUMDes bersama sehingga dapat meningkatkan pendapatan desa.

Ia menyampaikan salah satu kawasan yang potensial membuat BUMDes bersama tersebut yaitu di Pariaman Selatan yang mana delapan desa dilalui oleh Sungai Batang Mangur untuk dikelola menjadi objek wisata arung jeram.

Pemerintah Kota Pariaman pun juga sedang memanfaatkan Sungai Batang Mangor menjadi objek wisata sehingga diharapkan desa juga mendukung hal tersebut.

“Dengan berkembangnya objek wisata di sana maka akan muncul UMKM di sekitaran lokasi wisata,” tandasnya menghakiri. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas