Hartind: Relawan Jokowi Diminta Jangan Lawan Berita Negatif

Padang-today com – Ketua Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi (FKRJ) Sumatera Barat Mayjen (Purn) Hartind Asrin menyatakan relawan pemenang Jokowi diminta untuk tidak melawan berita negatif beredar di media sosial (medsos).

“Kalau ada konten negatif menyerang Jokowi di medsos jangan dilawan, Kita punya tim IT untuk melihat konten negatif yang menyerang Jokowi,”kata Hartin Asrin di Padang.

Ia menjelaskan, para relawan untuk berkampanye dengan cara baik dan santun

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang,”ungkapnya.

Disamping itu lanjutnya Relawan Jokowi jangan melanggar Undang-undang, terutama soal UU ITE. “Untuk itu jangan ada membuat atau menyebar berita bohong nantinya berhubungan dengan hukum makanya para relawan menjauhi kampanye negatif,”tegas Hartin Asrin.

Ia menyatakan, relawan pemengan Jokowi bisa meraih target suara diatas 50 persen di Sumbar.
“Visi harus sama yakni Jokowi menang di Sumbar, suara harus di atas 50 persen.

Pada Pilpres 2014 Sumbar titik kritis suara Jokowi. Pada pilpres 2014 suara Jokowi hanya 23 persen,kekalahan suara Pilpres 2014 harus bisa diraih di Pilpres 2019.

“Seluruh relawan pemenangan Jokowi bersatu dan jangan terpecah agar suara diats 50 persen bisa di raih,”imbuh Hartin Asrin.

Ia berharap pemilu presiden tahun depan bisa berjalan lancar tanpa terjadi perpecahan. Semua relawan mesti bisa menghargai pendapat orang lain yang berbeda.

“Jangan sampai perbedaan menjadi musuh,kalau orang melakukan kejahatan, balas dengan kebaikan,”ujarnya.

Sementara itu Mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar meminta masyarkat Sumbar jangan saling hujat atau fitnah untuk demi menyukseskan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Masyarakat untuk menyukseskan Pilpres dengan cara yang sehat. Bukan dengan cara menjatuhkan calon lawan yang lain,”kat Fauzi Bahar di Padang.

Untuk menciptakan pemilu yang berkualitas adalah suatu yang mutlak harus dipenuhi. Harus diingat bahwa Pemilu presiden, hanyalah alat  mencari pemimpin untuk rakyat.

“Siapapun yang dipercaya rakyat, menjadi pemimpin kita semua,”imbuh Fauzi Bahar.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*