Hasyim Muzadi Kunjungi Pondok Pesantren Nurul Yaqin

ali-mukni-1alimukni-2PADANGTODAY.COM-Pelaksanaan maulud Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Kenagarian Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman meninggal kesan kepada semua masyarakat yang hadir saat itu.

Advertisements

Kenapa tidak, Tokoh PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan, konsep Adat Basandi Syarak Sarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) adalah bukti Agama Islam dapat menerima budaya lokal. Artinya, agama Islam itu sungguh hebat.

“Hanya saja orang-orang Islam yang berjarak dengan ajaran Islam. Sehingga banyak orang Islam rusak. Mereka bertentangan dengan ajaran Islam yang hebat itu,” kata Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi saat tabligh akbar dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Minggu kemarin.

Menurut Kiai Hasyim ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah tidak pernah mengkafirkan orang lain. Tapi ada ulama yang dengan gampang mengkafirkan orang lain.

“Disinilah bedanya wali Allah SWT dengan wali jenggot. Wali Allah tidak mau mengkafirkan orang lain. Jika memang ada yang kafir maka akan diajak betul ke Islam. Ini kan tidak, jika berbeda saja dengan pendapatnya langsung dikafirkan,” kata Hasyim mantan Ketua Umum PBNU ini.

Hasyim juga menyebutkan, ada kelompok bernama ISIS yang katanya menegakkan syariat Islam. Dari Indonesia mereka datang ke negara Islam, memerangi orang-orang Islam. Kalau memang menegakkan Islam seharusnya ke negara yang bukan Islam. Tapi bukan dengan cara membunuh orang lain.

“Jika ajaran Islam berbuat baik itu dengan menyantuni anak-anak yatim. Ini mereka malah memproduksi anak yatim dengan membunuh orang Islam sendiri,” kata Hasyim yang disambut tawa hadirin.

Kenapa mereka sampai melakukan tindakan tersebut? alasannya, saya ini Islam yang lain tidak Islam. mereka harus diperangi. Ini memang keliru sekali, kata Hasyim.

Terkait dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad Saw, kata Hasyim Muzadi, bagaimana sebagai umat Islam dapat meneladaninya. “Bukan hanya mengajarkan peringatan maulud nabi ini, tapi bagaimana kita meneladani sosok Nabi Muhammad Saw. Teladan di sini bisa menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Dulu, kata Hasyim, orang belajar dari rumah ke pesantren. Dari pesantren langsung pula ke rumah. Sehingga banyak tokoh nasional lahir dari ranah Minang ini. Tapi kini orang belajar belum tentu dari rumah ke pesantren. Boleh jadi mereka dari rumah ke mall-mall. Di sisi lain,  juga terjadi putus hubungan komunikasi antara anak dengan orang tuanya.

alimukni3“Konsep Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang ada di Minang membuktikan Islam bisa menerima budaya lokal dalam menjalankan kehidupan beragama. Ini sesuai dengan pemahaman keagamaan Imam Syafei yang menerima budaya lokal sejauh tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist. Artinya, bila sesuatu tidak diatur dengan tegas di dalam Al Qur’an dan hadist, ya boleh dilakukan bagaimana baiknya untuk urusan umat,” kata Hasyim menambahkan.

Sebelumnya, turut memberikan sambutan Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, dan Ketua Yayasan Pesantren Nurul Yaqin Idarussalam. Tampak hadir A’wan PBNU Buya Tuanku Muhammad Leter, Ketua PBNU Prof. DR. Maidir Harun, Kepala Kemenag Propinsi Sumbar Syahrul Wirda, Ketua PWNU Sumbar Maswar, Ketua PCNU Padangpariaman Abdul Hadi, pejabat Kabupaten Padangpariaman, orangtua santri, majelis taklim dan ribuan jamaah lainnya.

Kemudian Hasyim Muzadi mengajak umat muslim mencontoh suri tauladan Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dna bernegara. Ia juga menghimbau jamaah untuk menjalankan syariat islam secara kaffah.

Pada kesempatan itu KH Hasyim Muzadi diberi gelar Tuangku Imam Nahdiyin yang diserahkan oleh Pembina Ponpes Nurul Yaqin H. Ali Mukhni.

“Mari kita jadikan Nabi Muhammada SAW sebagai suri tauladan dalam menjalani kehidupan yang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Kerjakan yang menjadi perintah Allah dan tinggalkan semua laranganNYA. Sang kiyai pun mengajak masyarakat mendoakan kepemimpinan nasional dalam meningkatkan kesejahteraan dan berbuat yang terbaik bangsa Indonesia.

Ia apreasiasi Pesantren Nurul Yaqin yang mendidik santri-santri menjadi ulama-ulama yang berakhlak mulia dan hafiz-hafiz Al Quran. Ditambahkannya bahwa pesantren dengan sekolah serupa tidak sama. Artinya, Pesantren mengajarkan kehidupan. Termasuk perilaku berfikir istiqomah dengan hidayah Allah SWT.

Sementara itu Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni bersyukur atas kehadiran Tokoh Nasional dan ulama besar Tanah Air, KH. Hasyim Muzadi. Ia berharap kedatangan seorang kiyai kebanggaan indonesia itu dapat memberikan motivasi dan pencerahan terhadap syiar agama islam di Kabupaten Padangpariaman.

“Alhamdulillah, berkat doa masyarakat, kita kedatangan Tokoh Nasional KH. Hasyim Muzadi. Bersama ulama, kita sepakat berikan gelar Tuangku Imam Nahdiyin kepada beliau,” tambahnya mengakhiri. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*