Hati-hati Wartawan Gadungan Mulai Beraksi

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Tuban, PADANGTODAY.COM-Penipuan dengan modus mengaku wartawan Jawa Pos Radar Tuban kembali terjadi kemarin (29/4). Kali ini sasarannya adalah sejumlah anggota DPRD Tuban. Antara lain, Fahmi Fikroni dari Fraksi FKB, Rasmani (Fraksi Nasdem Nurani Rakyat), Agung Supriyanto (Fraksi Amanat Pembangunan), dan Tri Astuti (Fraksi Gerindra).

Fahmi menyatakan, pelaku yang memperkenalkan diri bernama Yudi menghubungi ponselnya. Awalnya, dia memberitahu bahwa teman seprofesinya bernama Didik Purwanto, wartawan Jawa Pos Radar Tuban, sakit tumor. Ujung-ujungnya, pelaku minta bantuan dana untuk biaya pengobatan temannya.

Lalu, penipu itu mengirim nomor rekening melalui pesan singkat atau short message service (SMS). ”Sepengetahuan saya, tidak ada wartawan Radar yang bernama Didik,” ujarnya. Fahmi mengaku tidak mentransfer uang yang diminta. Karena tidak menuruti kemauan pelaku, dia lalu diumpat dengan kata-kata jorok.

Hal senada diungkapkan Rasmani, anggota Fraksi Nasdem Nurani Rakyat DPRD Tuban. Dia mendapat SMS dari Yudi. Inti pesannya adalah meminta ditransfer dana untuk biaya pengobatan Didik Purwanto, tewan sekantornya.

Agung Supriyanto dan Tri Astuti pun menerima SMS serupa. ”Banyak teman lain anggota dewan yang juga menerima,” kata Agung.

Sementara itu, Pemred Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan menuturkan, kasus penipuan yang mencatut institusinya sering terjadi. Modusnya sama. Pelaku meminta ditransfer bantuan dana pengobatan untuk temannya yang sakit. Yang berbeda kali ini adalah nama pelaku. ”Sebelumnya, pelakunya ngaku bernama Imron,” tuturnya.

Sebelumnya, pelaku menyasar kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan camat. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan Jawa Pos Radar Tuban dilarang meminta atau menerima uang maupun barang dari narasumber.

(aam/ds/JPNN/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*