Heboh! Walikota Padang Panjang Bermandikan Isu Miring

Wali Kota Padang Panjang, H. Hendri Arnis, BSBA, turun langsung keselokan ikut goro bersama warga setempat.

Padang Panjang, Padang-Today.com – Didera isu miring, Sang pemimpin Kota sejuk berjuluk “Serambi Mekah”, tidak henti-hentinya diterpa isu negatif. Baru-baru ini, beredar lagi isu tertangkapnya sang Wali Kota Hendri Arnis, oleh Jajaran Sat Narkoba Polda Sumbar, Selasa (7/11) di Hotel Pangeran Beach Kota Padang, terkait kasus Narkoba.

Menjelang dihelatnya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang Panjang 2018 mendatang. Berbagai isu miring kerap datang tiba- tiba seakan menyapa dengan sentakan keras tanpa tahu apa maksud dan tujuannya. Namun, sosok Hendri Arnis, sebagai Walikota muda dan energik itu mampu menahan diri meskipun sahabat sahabat, pejabatnya, bahkan orang orang dekatnya merasakan kesedihan akan perjuangan pemimpinnya yang seakan-akan selalu dizolimi dengan cara menebar isu isu negative.

Sepanjang kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis, sejak dilantik Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Walikota Padang Panjang, tepatnya pada 1 Oktober 2013 silam, silih berganti penguasa kota hujan itu tak henti hentinya diguyur isu yang tidak menyedapkan, baik dari lini Pemerintahan serta orang orang yang tidak suka dengan keperintahannya.

Hanya berselang satu hari setelah SP1 Gubernur Sumbar, masyarakat Sumbar khususnya warga Padang Panjang buncah dengan beredaranya isu dan fitnah brutal itu. Dimana pascaberedarnya surat peringatan (SP) 1 Gubernur, kini orang nomor satu Kota Padang Panjang itu kembali diisukan telah diamankan Jajaran Sat Narkoba Polda Sumbar, terkait kasus narkoba.

Isu penangkapan mulai diketahui, sekitar pukul 13.30 WIB Selasa (7/11) kemarin, langsung menjadi trading topik disejumlah kalangan. Tak hanya itu, para kuli tinta di kota Padang Panjang pun mulai gelisah oleh sambaran isu tentang sang penguasa telah tertangkap tangan saat mengkosumsi narkoba.

Naluri seorang jurnalis, tentu tidak akan membiarkan isu berlalu dan diterima begitu saja. Para pemburu informasi mulai tancap gas untuk berburu dan sibuk menghubungi sejumlah nara sumber baik dilingkungan pihak Polres Padang Panjang hingga jajaran Polda Sumbar sekaligus mengkonfirmasi langsung pada Hendri Arnis, terkait isu yang tak jelas awal sumbernya.

“Informasi kita dapat dari mulut kemulut dan berkembang hingga sejumlah kawan kawan disejumlah daerah pun ikut memburu informasi ini. Ya, setelah saya telusuri dan mencoba menguhubungi sejumlah nara sumber dilingkungan Polda Sumbar. Mereka membenarkan telah beredarnya isu itu, tapi hingga saat ini pihak Polda saat itu juga tengah mencari kebenarannya dan akhirnya kita tidak menemukan kepastian dari isu itu,” sebut salah seorang awak media local Padang Panjang Supri.

Lebih lanjut Supri, mengaku sempat berkomunikasi dan konfirmasi langsung dengan Wako Hendri Arnis terkait isu yang beredar. “Saya lagi di BIM, menunggu keberangkatan menuju Jakarta, Biarkan Isu itu berlalu, kita tetap berjuang untuk Padang Panjang,“ ujar Supriyanto menirukan bahasa Hendri Arnis, seraya mengatakan kalau Walikota sedang dalam perjalanannya ke Jakarta.

Soal Isu, Hendri Arnis malah membantah kalau dirinya tidak sedang berurusan dengan polisi. Informasi simpang siur yang muncul tiba-tiba itu, ditanggapi Kabag Protokoler Pemko Padang Panjang, Budhi Hermawan, isu yang beredar terkait Walikota Padang Panjang itu tidak benar alias hoax.

“Sesuai jadwal di protokoler, sejak Senin lalu walikota bersama sejumlah OPD di lingkungan Pemko Padang Panjang melakukan peninjauan sejumlah program di lingkungan OPD terkait,” sebut Budhi Hermawan.

Lanjut Budhi lagi, untuk jadwal Selasa, Walikota harus berangkat ke Padang untuk menghadiri dua agenda. Selain penandatanganan MoU urusan Kebudayaan sekaligus menandatangani dan mengikuti sosialisasi UU no.10 tahun 2016 yang dilaksanakan oleh kementrian agraria.

Sekitar pukul 14.30 WIB Walikota telah meninggalkan tempat acara sosialisasi dan bertolak ke bandara BIM, karena tiket pesawat rombongan Walikota, Kadis Perhubungan I Putu Venda dan Kaban BPBD Kesbang Erizal ke Jakarta, terjadwal pukul 15.30 WIB.

“Kami sangat menyayangkan munculnya isu yang brutal dan fitnah itu, pasalnya, Isu itu berindikasi menghancurkan kredibilitas Walikota Padang Panjang. Saya berharap, isu dan fitnah tersebut tidak mengganggu konsentrasi Walikota dipenghujung jabatannya begitu konsen dan sibuk menyelesaikan bengkalai pembangunan yang tengah digeber pelaksanaanya di Kota Padang Panjang,” ujar Budhi.

Jika isu miring yang menyudutkan walikota Padangpanjang tersebut, ujar salah seorang tokoh masyarakat, T. Dt. Tan Majo Lelo, sekarang tinggal lagi, dimana peranan Jajaran Kepolisian untuk menindaklanjuti kasus itu. Dimana, polisi tentu akan mampu menemukan oknum yang telah menyebarkan isu hoax itu.

“Saya berharap jangan ada isu isu hoax yang merugian seseorang apa lagi seorang walikota yang akan berdampak terganggunya konsentrasi di pemerintahan. Menindaklanjut kasus ini, saya harap polisi telah bergerak menelusuri siapa dalang dari semua ini,” sebut T. Dt. Tan Majo Lelo, seraya menyampaikan, sangat apresiasi Wali Kota Hendri Arnis. Meskipun dalam tekanan serta isu isu tak jelas namun dibawah kepemimpinanya Padang Panjang telah menuai beragam prestasi mulai tingkat Provinsi hingga tingkat Nasional. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*