Hidupkan Pembinaan Kelompok Dasawisma, PHBS dan Posyandu

Ketua TP PKK, Nevi Irwan Prayitno beserta Tim Penilai melakukan monitoring evaluasi (monev) di Kabupaten Agam, Selasa (24/5/2016).

Ketua TP PKK, Nevi Irwan Prayitno beserta Tim Penilai melakukan monitoring evaluasi (monev) di Kabupaten Agam, Selasa (24/5/2016).

Advertisements

Agam, PADANG-TODAY.com-Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga  (TP PKK) Nevi Irwan Prayitno beserta tim penilai melakukan monitoring evaluasi (monev) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (24/5). Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Pusdiklat, Baso ini dihadiri oleh ketua TP PKK Kabupaten Ibu Vita Indra Catri, Wakil PKK Kabupaten Agam Ibu Chandra Trida Farhan dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Agam Welfizar, serta beberapa kepala SKPD terkait dan camat setempat.

Beberapa pengurus yang ikut dalam Tim Penilai Provinsi yang diketuai oleh istri Gubernur Sumatera Barat tersebut yakni Sekretaris Siti Zakiah, Pokja I Dra. Jumaiyah, Pokja II Srimisnawati, Pokja III Ir. Rina Sriyanti, Pokja IV Drs. Bahrizal Basir dan dari sekretariat Citra Desi, Amd.  Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan 10 pokok program PKK khususnya bagi kelompok dasawisma berprestasi pada tahun sebelumnya. Diawali dengan ekspos dari ketua TP PKK Kabupaten, dilanjutkan dengan diskusi bersama  pengurus kabupaten, kecamatan, serta nagari yang berprestasi.

“Saya berharap seluruh jajaran PKK di semua jenjang selalu menghidupkan pembinaan kelompok Dasawisma, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Posyandu,” sebutnya.

Nevi menjelaskan Pelaksanaan program kesejahteraan keluarga sangat ditentukan dengan adanya keterpaduan antara gerakan keswadayaan dan partisipasi masyarakat dengan bimbingan dan fasilitas teknis dari berbagai instansi atau lembaga terkait yang terwadahi dalam tim pembina PKK. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK harus berkordinasi dengan dinas/instansi pemerintah maupun LSM lainnya.

Dalam eksposenya, Ketua TP PKK Kabupaten Agam Ibu Vita Indra Chatri, menjelaskan peran kelompok dasawisma.

“Terlaksananya 10 program pokok PKK tergantung kepada pelaksanaan kelompok dasawisma, sebagai lembaga PKK terendah, namun keberadaannya merupakan ujung tombak dari PKK,” ujar Vita Indra Chatri.

Vita berharap dari kunjungan ini selain menilai dan memberikan pembinaan sekaligus melakukan evaluasi sejauh mana perkembangan kelompok dasawisma ditengah masyarakat terutama keluarga khususnya dasawisma berprestasi, namun juga sebagai ajang mempererat hubungan silaturahmi dan rasa kekeluargaan di antara semua kalangan.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*