Hijab Street Photo untuk Amal, Coach Nil: Inovatif dan Produktif, Kita Dukung!

Payakumbuh, Padang-Today.com-Payakumbuh Contrast, kelompok fotografer asal Kota Biru yang pada hari Minggu (27/5) ini akan mengadakan kegiatan amal. Bertajuk Hijab Steet Photo Hunting for Charity 2018, kegiatan rutin tahunan ini ditujukan menghimpun bantuan untuk anak-anak yatim yang ada di lingkungan sekitar kota.

Beberapa stakeholders, figur dan tokoh masyarakat ikut andil dalam kegiatan ini. Tak terkecuali Nil Maizar, tokoh asli Payakumbuh berjulukan Kota Biru tersebut.

Pria yang lebih dikenal dengan panggilan Coach Nil ini mengaku apresiatif terhadap gagasan acara. Ia menilai, para penyelenggara yang terdiri dari fotografer dan sinematografer muda Payakumbuh tak terlepas dari kepekaan mereka dalam menyantuni anak-anak yatim.

“Ini bagus, tampak sensitivitas mereka terhadap anak-anak yatim. Mereka juga membuka peluang dari keahlian fotografi mereka. Tak hanya membangun citra kota yang baik, tapi juga sekaligus berbagi manfaat kepada sesama. Ini sangat produktif,” ungkapnya.

Nil juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Sebab, menurut Nil, Payakumbuh Contrast mampu menjawab tantangan pemuda saat ini yang diterpa tantangan zaman. Pria yang pernah merasakan berkarir di Sparta Prague dan membela Timnas era 1990 ini menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah kebanggaan.

“Bila dulu kita merasakan keharuman nama Payakumbuh lewat sepakbola saat saya berkarir di Timnas, maka kini adik-adik kita dari Contrast mengharumkannya lewat aksi sosial dalam fotografi,” terang Nil.

Tak sampai di sana, Nil juga turut berpartisipasi dalam bentuk donasi untuk kegiatan ini. Ia berharap banyak lagi elemen dan tokoh Payakumbuh yang menampakkan support kegiatan bermanfaat dan membangun seperti ini.

Diadakan Hari Minggu

Sebelumnya, Taufik Imran selaku steering committee kegiatan, sekaligus salah satu pendiri awal komunitas yang bernama lengkap Payakumbuh Contrast 1970 ini mengaku optimis kegiatan akan mendulang sukses seperti tahun sebelumnya. Taufik menilai, meningkatnya minat fotografi di Sumatera Barat, khususnya di Payakumbuh akan terwadahi melalui acara ini.

“Ini memberi peluang manfaat pada banyak pihak. Di satu sisi, teman-teman fotografer akan bisa saling berbagi dan unjuk kemampuan di sepanjang acara. Di sisi lain, warga yang melihat kegiatan juga bisa terhibur melihat aksi para model di tengah kota sekaligus dapat menyumbang untuk teman-teman yatim yang ada,” jelas ayah dua anak ini.

Taufik juga mengungkapkan, besar harapannya acara akan memperoleh capaian lebih dari tahun sebelumnya. Mengusung lebih-kurang 7 model terbaik seperti Chacha Kurnia dan Charmila, acara ini juga didukung oleh banyak make up artist dan designer kebanggaan Payakumbuh.

“Kita tunjukkan bahwa tak hanya fotografer, tapi juga para model, make up artist dan designer kita juga punya kemampuan luar biasa dan bisa unjuk kebolehan,” terangnya.

Di akhir, Taufik menjelaskan bahwa lewat acara ini, publikasi yang baik akan ikut mendorong citra kota.

“Sebabnya lewat kegiatan fotografi seperti ini menjadi sarana pengenalan kota yang cukup baik. Maka banyak dukungan yang datang, termasuk dari berbagai stakeholder, maupun tokoh masyarakat di Payakumbuh. Mereka juga kita undang untuk berbuka puasa bersama dan berdialog di akhir sesi.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas