Ibu Sesungguhnya Berjuang untuk Pemberian “ASI”

Gathering ibu-ibu Sumbar Peduli ASI dan anak-anak ASI. Pengarahan mengenai SOP pembentukan AIMI (Assosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Cab. Sumatera Barat oleh AIMI Pusat.

Gathering ibu-ibu Sumbar Peduli ASI dan anak-anak ASI. Pengarahan mengenai SOP pembentukan AIMI (Assosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Cab. Sumatera Barat oleh AIMI Pusat.

PADANG, PADANGTODAY.com- “Menyusui, indah prosesnya dan berlimpah manfaatnya” begitu tajuk Kelas EdukASI yang digelar oleh Komunitas Sumbar Peduli ASI, Sabtu-Minggu (15-16/11) lalu. Kelas tersebut menegaskan bahwa seorang ibu tidak boleh dengan mudah saja memberikan susu formula kepada anaknya karena alasan-alasan yang sebenarnya bisa diatasi.

Gerakan kepedulian pemberian ASI kepada anak di Sumatera barat ini diikuti oleh lebih dari 30 ibu peduli ASI, di antaranya bahkan ada yang sudah nenek-nenek. “Saya ingin sekali ikut dalam gerakan ini, menyusui selama dua tahun itu adalah perjuangan bagi seorang ibu,” tuturnya di hotel Syofyan Padang.

Sementara itu, ada tiga ayah ASI yang turut serta dalam kelas tersebut. “Motivasi terbesar agar ibu tetap semangat memberikan ASI kepada anaknya adalah peran penting para ayah,” kata Ketua Komunitas Sumbar Peduli ASI, Maharani Permata, Amd.Keb.

Komunitas Sumbar Peduli ASI telah setahun berdiri. Sebagai lembaga yang juga memberikan perhatian khusus kepada perkembangan anak-anak bangsa, Dompet Dhuafa Singgalang mendukung penuh gerakan ini.

“ASI sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, ASI itu merupakan makanan paling sempurna bagi bayi hingga usia dua tahun, setelah enam bulan bayi mulai diberi makanan pendamping ASI, ibu yang memiliki ilmu pengetahuan tentang pentingnya memberikan ASI selama dua tahun penuh akan menyelamatkan anak-anak dari bahaya-bahaya susu formula,” terang Manager Realif and Charity, Karsini.

Meski terdengar sederhana, ternyata pemberian ASI kepada anak tidak semudah yang dikira. Kegagalan menyusui berawal dari kurangnya informasi.

Kelas edukASI akan memberikan informasi yang cukup untuk hal tersebut. Konselor ASI/WaKadiv SDM dan Pengembangan Organisasi AIMI Pusat, Lianita Prawindarti, dan Ika Isnaeni, Konselor ASI/Kadiv SDM dan Pengembangan Organisasi AIMI Jawa Tengah, hadir memberikan pengetahuan yang komplit kepada para ibu-ibu pra menyusui dan yang sedang menyusui.

Kelas tersebut akan dibagi menjadi kelas pre natal dan post natal. Kelas Pre Natal akan membahas materi persiapan menyusui masa kehamilan seperti: tatalaksana IMD yang benar, manfaat ASI, bahaya susu formula, mengenal anatomi payudara, posisi dan pelekatan menyusui yang efektif, kunci keberhasilan menyusui. Sementara Kelas Post Natal berisi materi Persiapan Menyusui Pasca Persalinan. Sepertih ari-hari pertama bayi (termasuk sebab-sebab menangis dan bayi kuning), memahami feses bayi ASI eksklusif, hak ibu bekerja, ersiapan ibu kembali berkegiatan, teknik memerah, menyimpan dan memberikan ASI.

Para peserta kelas akan mendapatkan penjelasan materi melalui presentasi slide termasuk cara membaca kurva pertumbuhan, menonton berbagai video seperti prosedur IMD (persalinan normal & caesar), aneka posisi menyusui, tanda bayi minum ASI, memerah ASI dengan tangan, memberikan ASI perah dengan cangkir, serta melihat demo dan mempraktekkan secara langsung seperti pijat oksitosin, memposisikan bayi dan memerah ASI. (dil/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*