ICBS Sudah Mulai Pesantren Ramadhan Sejak Hari Pertama Puasa

Pesantren Terpadu ICBS Sumatera Barat dalam program Pesantren Ramadhan 1437 H, Senin (6/6).

Pesantren Terpadu ICBS Sumatera Barat dalam program Pesantren Ramadhan 1437 H, Senin (6/6).

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Sumatera Barat sudah memulai program Pesantren Ramadhan di kampusnya. Program tersebut bahkan sudah memasuki hari pertama puasa Ramadhan 1437 H, sejak Senin (6/6) kemarin. Program Pesantren Ramadhan ini dilaksanakan berbeda dari jadwal yang dicanangkan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam program tahunannya.

Wakil Pimpinan Pesantren Terpadu Insan Cendekia Payakumbuh, Ustadz H. Hannan Putra, Lc mengatakan, program Pesantren Ramadhan sengaja dilaksanakan di awal Ramadhan dengan beberapa tujuan. Terutama, untuk membiasakan para santri dengan amal ibadah yang maksimal semenjak awal Ramadhan.

“Karena kita ini pesantren, target-target ibadah yang kita bebankan kepada santri memang lebih berat. Kita wajibkan tilawah Al-Qur’an minimal tiga juz dalam sehari. Belum lagi murajaah hafalan Al-Qur’an, kajian-kajian keislaman, dan sebagainya. Kita mengharapkan ada pembiasaan target-target yang cukup berat ini semenjak awal Ramadhan bagi santri kita,” papar Ustadz Hannan.

Menurut Ustadz Hannan, program Pesantren Ramadhan bagi sekolah yang sejatinya sudah pesantren sedikit berbeda dari sekolah-sekolah biasa. Di samping target-target yang lebih kepada santri pesantren, jadwal penyelenggaraannya juga berbeda dari sekolah biasa.

“Kita sekolah berasrama, tidak mungkin mengikuti program yang dijadwalkan Pemda. Sengaja di awal Ramadhan ini langsung kita laksanakan Pesantren Ramadhan agar santri kita bisa memaksimalkan program-program ibadah mereka selama libur Ramadhannya di rumah,” terang Ustadz Hannan.

Di samping itu, menurutnya, program-program Ramadhan pun juga meliputi dan mengikutsertakan guru dan karyawan Pesantren ICBS.

“Jadi tidak santri saja yang kita gembleng. Para ustadz-ustadzahnya juga kita bebankan program capaian ibadah,” tambah Hannan.

Program Ramadhan untuk guru dan karyawan diawali dengan Kajian Tarhib Ramadhan pada Sabtu (4/6/2016) kemarin. Selanjutnya kajian pekanan, tilawah Al-Qur’an One Day One Juz (ODOJ), pengiriman da’i dan muballigh ke masyarakat, serta lain sebagainya.

Penanggungjawab Pesantren Ramadhan, Ustadz Roni Patihan, Lc mengatakan, Pesantren Ramadhan yang diikuti santrinya dimulai Senin hingga Sabtu (6-11 Juni 2016). Selama enam hari, para santri disajikan berbagai materi keislaman.

“Ada tahsin bacaan Al-Qur’an, kajian Sirah Nabawiyah, Tarikhul Islam, Tsaqafah Islamiyah, Sains Al-Quran, training publik speaking, serta pelatihan ceramah dan khutbah,” jelas Ustadz Roni.

Pesantren Ramadhan tersebut diikuti 320 orang santri putra dan sekitar 200 orang santri putri. Mereka yang ikut berasal dari kelas 7 dan 8 SMP ditambah dengan kelas 10 dan 11 SMA.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*