IFF Dihadiri Ibu Negara Malaysia Keturunan Minang

Ny Nevi Irwan Prayitno bersama Ketua Panitia IFF Dato’ Raja Rezza Syah.

Ny Nevi Irwan Prayitno bersama Ketua Panitia IFF Dato’ Raja Rezza Syah.

Advertisements

PADANG,PADANGTODAY.COM -Kota Padang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Islamic Fashion Festival (IFF) ke 8, 25-27 Agustus.

Acara yang digelar berkat kerja sama antara Pemerintah Malaysia dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah-Dekranasda Sumatera Barat, diketuai oleh Dato’ Raja Rezza Syah asal Malaysia.

Ketua Dekranasda Ny Nevi Irwan Prayitno menyampaikan, IFF merupakan momen yang baik bagi promosi Sumbar, karena acara ini juga berbau internasional dan regional. Dalam IFF ini juga akan diselenggarakan kegiatan kerja sama dengan para pengusaha dan pedagang antara negara Malaysia–Indonesia dan Malaysia–Sumatera Barat.

Fashion merupakan salah satu agenda kegiatan Dekranasda, dalam mendorong para disainer dan kreativitas pengusaha UKM untuk mampu memproduksi bagus dan memiliki daya saing yang baik di era Global Ekonomi tahun 2015. Kegiatan ini sebenarnya kegiatan kecil biasa dalam kegiatan promosi, namun karena kehadiran Ibu Negara YABhs Datin   Rosmah, yang juga merupakan  keturunan Sarilamak Lima Puluh Kota.

Dato’ Raja Rezza mengatakan, sesuai dengan lokasi pelaksanaan, maka IFF tahun ini mengambil tema “Puti Minang Nan Rancak”.

“Kita ini satu dengan Minangkabau, banyak orang Malaysia yang silsilahnya di sini, maka sangat tepat kalau IFF tahun ini, kita temakan “Puti Minang Nan Rancak”, sesuai adat keturunan garis ibu,” terangnya.

Pada gelaran IFF tahun ini, akan diikuti oleh desainer Internasional, di antaranya 7 desainer professional asal Negeri Jiran Malaysia, dan 11 desainer kondang Indonesia, di antaranya Ghea Panggabean, Ria Miranda, serta Jeny Tjahyawati.

Katanya, busana muslim yang ditampilkan akan bernuansa modern Minangkabau, dengan konsep warna marawa yakni merah, kuning, dan hitam. Dalam peragaan nanti, baju-baju muslim yang dipamerkan akan disesuaikan dengan syariat.

“Secara umum konsep warnanya merah, kuning dan hitam. Busana yang ditampilkan akan disesuaikan dengan syar’i. Desainer Indonesia pasti busana rancangannya tidak melanggar syar’i. Kalau yang muda-muda yang baru gabung mungkin akan diarahkan, tapi kita tidak bisa keras-keras ke mereka, yang penting busananya Islam Universal. Kita kenalkan baju muslim ke dunia, agar Islam tidak dipandang keras atau dianggap teroris yang cenderung perempuannya berbaju cadar,” ungkapnya

Dato’ Raja Rezza menambahkan, dipilihnya Indonesia, tepatnya Kota Padang sebagai tuan rumah, karena Indonesia dihuni oleh mayoritas muslim. Disamping itu, telah 20 tahun lebih dulu mengembangkan busana muslim dibanding Malaysia.

“IFF sebelumnya kita di Palembang. Tahun ini kita kembali lagi ke Indonesia tepatnya di Padang, karena Indonesia sudah lama pakai baju muslim, sudah lebih dulu dari Malaysia. Seperti artis Indonesia dulu Ida Royani,” terangnya

Ketua Dekranasda Sumatera Barat Nyonya Nevy Irwan Prayitno mengatakan, sebagai tuan rumah IFF 8, Pemprov Sumatera Barat sangat bangga, karena dapat mengenalkan kekayaan seni budaya dan kerajinan Minangkabau. Terlebih lagi, IFF akan dihadiri Ibu Negara Malaysia keturunan Minang, Datin Paduka Seri Rosmah  Mansor Istri Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak. Disamping itu juga hadir Menteri Pariwisata dan Menteri Perdagangan Malaysia.

“IFF tahun ini kehormatan bagi kita di SUmbar, karena nanti Dekranasda di 19 Kabupaten/Kota akan mendirikan stand dan memamerkan produknya di pusat kerajinan Dekranasda Sumbar Jalan Khatib Sulaiman. Apalagi acara itu nanti akan dikunjungi oleh Datin Paduka Seri Rosmah. Kita sangat berharap, setelah IFF, orang-orang Malaysia juga akan sering berkunjung ke Padang“, paparnya. (can)