IKAPS, Musyawarah Ranah dengan Rantau

Pendiri IKAPS Sungai Limau, Bukhari

Padang-today.com__Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sungai Limau ‘IKAPS’ gelar Musyawarah Besar ‘Mubes’ ke III di Sungai Limau, Senin 10/06/2019. Mubes kali ini, selain untuk bermusyawarah ranah dengan rantau, menjadikan yang terbaik menjadi lebih baik, juga memilih ketua umum dengan misi yang diusung “Taragak Basuo Seluruh Alumni IKAPS yang berada di perantauan seluruh nusantara dan Malaysia”.

“ Mubes IKAPS ke III kali ini, selain wadah untuk bermusyawarah ranah dengan rantau juga sebagai ajang silaturahmi dengan warga di sekitar dengan yang dirantau dan sebagai media untuk malapeh taragak (lepas kangen). Saling kenal mengenal sesama warga perantauan, sehingga akan tumbuh rasa saling asah, asih dan asuh,” ujar Muazamsyah salah satu warga di Sungai Limau, Sabtu, 08-06-2019.

Bagi pelajar yang pernah mengenyam pendidikan di Sungai Limau yang bermukim di seluruh Indonesia dan sekitarnya, ada baiknya berkumpul bersama sambil bersilaturahmi di Terminal Sungai Limau pada hari Senin 10-06-2019 itu mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Katanya, dari sejumlah spanduk dan himbauwan di beberapa grop Whatsapp alumni pelajar sungai limau akan dilakukan sejumlah acara penting, diantaranya ada Mubes ke III, temu kangen, serta menjalin semangat persaudaraan dan kebersamaan tetap terus terbangun.

Miskipun berjahuan ranah dan rantau, dengan adanya kegiatan Mubes kali ini dapat memberikan kontribusi positif bagi siapapun, baik dirantau maupun bagi kampung halaman. artinya, semangat persaudaraan dan kebersamaan serta rasa persaudaraan terus terbangun.

“ Baiyo batido ranah Jo rantau, manjadikan nan elok batambah elok. Saling kompak untuk membangun kampung dan Sumber Daya Manusia yang ada di kampung dan dirantau,” ujarnya.

Keberadaan urang rantau, kata dia, bisa memberikan kontribusi positif, baik dirantau, maupun bagi kampung halaman itu sendiri. Suksesnya acara itu, perlu didukung oleh semua elemen masyarakat dan seluruh yang tergabung di IKAPS itu sendiri.

Sudah tepat, momentum Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan oleh para perantau yang tergabung di IKAPS untuk pulang kampung. Selain untuk bersilaturrahim juga untuk melepas rindu dan teragak dengan kampung halaman tercinta.

“Kondisi ini justru dapat menjadi peluang bagi orang kampung jika mau memanfaatkannya dengan cerdas dan kreatif,” ujar Muazamsyah.

Ia mencontohkan, masyarakat di kampung halaman dapat memproduksi aneka
jenis makanan dan souvenir yang menarik minat para perantau membelinya dan membawa ketika hendak balik ke perantauan.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat pun dapat menyelenggarakan iven~iven yang menarik perhatian para perantau seperti kesenian tradsional, acara~acara keagamaan dan forum diskusi. Melalui iven tersebut, masyarakat kampung halaman dapat memaparkan berbagai rencana atau program, baik untuk sosial kemasyarakatan maupun untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana, maupun membentuk SDM yang ada di kampung.

sementara pendiri IKAPS, Bukhari mengatakan Mubes IKAPS ke III kali ini mempunyai misi Taragak Basuo Seluruh Alumni di Indonesia dan Malaysia, juga memilih ketua umum tahun 2019.

Menurutnya, dengan digelarnya acara itu terjalinya hubungan komunikasi dan memperkuat silaturahmi antara ranah dan rantau. Selain itu, dapat mewujudkan generasi muda yang islami.

Setidaknya, kata Bukhari, setelah Mubes terbentuk akan terwujud lapangan kerja bagi generasi muda. Artinya, tidak ada lagi generasi muda kita yang menganggur, baik itu diranah maupun dirantau.

Ia mengatakan, IKAPS yang digagas bersama teman-teman pada tahun 2010 lau, telah melahirkan program kepedulian masyarakat ranah dan rantau. Embrio IKAPS terbentuk dengan perkumpul di inisiator oleh beberpa teman yang ada di Jakarta.

“ Kami ada beberapa orang yang dijakarta merasa peduli untuk membangun SDM dan daerah yang islami. Untuk itu kami gagas Musyawarah Bersama di Taman Mini Indonesia Indah,” kata dia.

Setelah mengadakan pertemuan dan membentuk wadah tersebut, maka lahirlah IKAPS pada saat itu di tahun 2010 hingga kini. Sebelumnya IKAPS masih bernama Musyawarah Alumni Pelajar yang pernah mengenyam pendidikan di Sungai Limau.

Program yang dilahirkan pada saat itu adalah menghidupkan mushalla dan masjid yang ada di kampung dengan mewujudkan Taman Pendidikan Alquran, seperti TPA dan TPSA. Hal ini telah dilakukan di beberapa daerah yang ada dikampung.

Selain itu, program utama IKAPS yaitu memberikan bantuan siswa atau pelajar yang meraih beasiswa dari almamater masing-masing siswa. Bantuan ini diberikan kepada MTS, MAN, SMP dan SMU dan beberapa sekolah yang ada di Sungai Limau, ada juga yang sifatnya spontanitas dengan memberikan bantuan pengobatan bagi warga yang menderita penyakit tumor ganas dan lainya.

Ia berharap, selain terjalinya komunikasi rantau dan ranah di kampung, kedepanya IKAPS dapat mewujudkan generasi muda yang islami dan memperkuat ukhuwah ranah dan rantau.

Ketua IKAPS yang pernah menjabat dua periode ini manambahkan, hingga saat ini IKAPS melahirkan program ‘UDA’ Usaha Dagang Alumni untuk di rantau. Program UDA ini digagas oleh ketua umum periode yang menjabat saat ini yaitu Nursyiwan, guna menciptakan lapangan kerja bagi perantau yang masih belum punya pekerjaan. (Herry Suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas