IKUA KOTO PERCONTOHAN PADI VARIETAS UNGGUL

 

Padang-today.com – Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) DPP Sumbar menjadikan daerah Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Pilot Project tanam padi varietas unggul.

“HKTI menfokuskan daerah Ikur Koto Koto Tangah Padang daerah percontoh penanaman padi varietal unggul,”kata Ketua Umum DPP HKTI Sumbar, Fauzi Bahar di Padang.

Ia menjelaskan, daerah tersebut telah disiapkan puluhan hektar area persawahan milik petani Ikur Koto yang bakal dilakukan penyemaian bibit perdana.

“Direncanakan penanaman perdana dilukan pada Jumat (7/7) setelah pelantikan pengurus DPP HKTI Sumbar, serta pelantikan kepengurusan HKTI se-Sumbar,”ungkapnya.

Penanaman perdana padi varietas unggul ini dilakukan oleh Osman Sapta Odang selaku Bidang pembinaan HKTI Pusat. “Segala sesuatu untuk penyemaian telah disiapkan, mulai padi bibit, pupuk serta obat-obatan,”jelas Fauzi Bahar.

Ia menyatakan, padi varietas unggul bakal dilakukan penanaman tersebut sangat besar untungnya bagi petani, dimana dapat dua kali panen.

“Semula petani hanya bisa panen satu kali, namun dengan bibit varietas unggul ini petani bisa memaneng dua kali,”katanya.

Ia menjelaskan, rencana kedepan nantinya, HKTI juga akan mendirikan penggilingan padi di daerah tersebut sehingga petani setelah panen tidak lagi menjual gabahnya ke pada agen.

“Jadi petani langsung menikmati hasilnya, kalau di kalau di jual ke agen berapa penghasilan petani. Ini salah satu memutus mata rantai dan membantu petani agar lebih sejahtera,”ungkapnya.

HKTI Sumbar selain melakukan pilot project tananam padi varietas unggul juga berencanan tananam kayu sengon di beberapa daerah di Sumbar. “Kabupaten/kota di Sumbar ini sangat cocok untuk ditananam kayu sengon, saya sudah melakukan penanaman kayu sengon di Padang,”ujar Fauzi Bahar.

Sementara itu Ketua Harian DPP HKTI Sumbar Eri Iswandi membenarkan, daerah Ikur Koto bakal dilakukan penanam perdana padi M 70 D varietas unggul

“Daerah tersebut sudah ada lahan persawahan untuk dilakukan penanaman padi jenis itu,”katanya.

Tempat terpisah, Ketua Umum HKTI, Moeldoko menyatakan, HKTI mengembangkan benih padi varietas terbaru yakni M70D sangat bagus bagi petani.

“M70D tersebut dapat ditanam dan dapat panen hanya dalam 70 hari masa tanam, dan bisa empat kali panen dalam satu tahun. Ini berbeda dengan benih reguler, yang baru dapat dipanen setelah 150 hari masa tanam .Kalau ini (M70D) bisa ditanam hanya dalam 70 hari, dan dalam satu tahun bisa tanam dan panen empat kali,”katanya.

Ia menjelaskan, beberapa provinsi sudah dilakukan uji coba penanaman padi jenis tersebut, dimana daerah yang telah diuji coba adalah Jember, Jawa Timur, dan menghasilkan produksi padi rata-rata sebesar 9,6 ton per hektar.

“Di Jember 9,6 ton per hektar. Kalau ditanam empat kali bisa 28 ton hasilnya per hektar. Lahan padi di Indonesia ada 8,1 juta hektar, kalau kita tanam tanam 2 juta hektar saja, maka hasilnya 56 juta ton (gabah), menjadi 28 juta ton beras,” ungkapnya.

Hitung-hitungan tersebut, penggunaaan varietas padi M70D dapat memenuhi kebutuhan beras nasional hingga 60 persen, karena saat ini konsumsi beras di Indonesia sebesar 36 juta ton per tahun. “Kebutuhan 36 juta ton, dengan 2 juta hektar bisa penuhi 60 persen kebutuhan,”jelas Moeldoko (der).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*