Ikuti PRJ 2016, Produk Payakumbuh Diminati Pengunjung Internasional

Pengunjung memilih produk di stand Payakumbuh dalam event PRJ.

Pengunjung memilih produk di stand Payakumbuh dalam event PRJ.

Jakarta, PADANG-TODAY.com-Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2016 agaknya menjadi pembuktian tersendiri bagi Payakumbuh. Terbilang, hanya dua daerah dari Sumatera Barat, yakni Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang berani  tampil di pameran nasional berskala internasional itu. Sementara, 17 kota dan kabupaten lainnya, termasuk ibu kota Sumatera Barat, Padang, absen tampil di gelaran yang berlangsung selama 40 hari itu.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Payakumbuh Hj Dr Henny Riza Falepi dan Kabag Perekonomian Setdako Julfiter MM menyampaikan, Selasa (21/6), tampilnya Payakumbuh di PRJ bukan sekadar ajang gagah-gagahan. Namun menurutnya, partisipasi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan dunia industri kerajinan makanan dan fashion Payakumbuh ke pasar nasional.

Di arena PRJ yang berlangsung 10 Juni hingga 20 Juli 2016 itu, Payakumbuh diyakini bakal menerima dampak positif, terutama dunia industri kerajinan kedepan. Produksi berbagai makanan dan fashion Payakumbuh akan mampu lebih bersaing dengan produksi swasta nasional.

“Kita yakin, kedepan, produksi makanan dan fashion UMKM Payakumbuh dan Limapuluh Kota, akan mampu bersaing dengan produksi makanan dan fashion yang diproduksi swasta nasional,” tegas Henny.

Laporan Kabag Perekonomian Setdako, Julfiter, selama 10 hari terakhir stand UMKM Payakumbuh sudah punya omset penjualan 120 juta rupiah lebih. Tercatat yang banyak diminati pengunjung PRJ adalah makanan rendang.

“Kita bawa tiga merek rendang, seperti rendang Erika, rendang Riry dan rendang Makyus. Semuanya, laris manis. Sampai-sampai kita kehabisan stok barang,” sebut Julfiter didampingi penjaga stand Armiati dan Davit Arta Kusuma.

Produksi lainnya yang tak kalah laris, tambahnya, adalah kerupuk cincang dan kerupuk balado. Untuk fashion, tenun Balai Panjang, jilbab, mukena bordiran, serta pakaian koko, juga banyak diserbu pengunjung stand.

Menurut Armiati dan Davit, untuk rendang biasa dibeli bukan hanya orang Indonesia saja, tapi juga pengunjung dari Korea, Jepang dan Belanda.

“Ternyata orang asing sudah mengenel rendang,” ucapnya bangga.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas