Indra Kesuma Jadikan Momentum Hari Guru Nasional Sebagai Upaya Peningkatan Profesional Guru Dikabupaten Tanah Datar

 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar Drs. Indra Kesuma, MM, Pd.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar Drs. Indra Kesuma, MM, Pd.

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-peringatan hari guru nasional yang jatuh pada tanggal 25/11 tahun ini di peringati oleh seluruh guru dan sekolah se kabupaten tanah datar, berbagai kegiatan dilakukan mulai dari upacara bendera yang di gelar di setiap sekolah, juga berbagai macam lomba pun di gelar di sekolah-sekolah, tanpa menganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Tema peringatan hari guru nasional pada tahun ini ialah Penguatan Peran Strategis Guru, di harapkan guru yang merupakan kunci utama pencipta manusia berkualitas, dapat menjadi sosok yang profesional dalam mendidik, bagaimana melakukan pola pengajaran yang baik harus terus di tingkatkan kepada anak didik, terutama kepada guru yang telah melalui uji sertifikasi yang mendapatkan tunjangan untuk kesejahteraan mereka hendaknya harus lebih meningkatkan mutu guru sebagai tenaga pengajar sehingga dapat bermanfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di tanah datar dan orang banyak”, ujar Drs. Indra Kesuma, MM, Pd Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Tanah Datar

Di konfirmasi mengenai salah satu guru yang melakukan tindakan cabul yang beberapa hari yang lalu di tangkap oleh Polres Tanah Datar, Indra menyatakan turut prihatin terhadap korban dan keluarga korban, tindakan oknum guru ini telah mencoreng muka dunia pendidikan di tanah datar.
“Tindakan tegas akan di ambil kepada oknum tersebut, mulai dari pencabutan tunjangan fungsional guru, dan kalau perlu pemberhentiannya sebagai tenaga pengajar akan di usulkan jika telah keluar putusan pengadilan yang tetap dan mengikat,” tegas Indra.

“Saat ini Dinas Pendidikan kabupaten Tanah Datar bersama pihak Kejari sedang melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan di kabupaten Tanah Datar tentang kekerasan dan perbuatan amoral yang dapat mengancam diri anak yang berada di sekitar kita. Sosialisasi ini berlangsung selama 2 hari di setiap kecamatan, melibatkan kepala sekolah, guru, dan murid mulai tingkat dasar sampai lanjutan. Di harapkan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan mitigasi/kewaspadaan terhadap murid murid tentang bahaya yang akan mengancam terhadap diri, dan langkah-langkah yang harus segera di ambil menghadapi ancaman yang kadang kala datang dari orang di sekitar mereka,” tambah Indra. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas