Inilah Beberapa Indikasi Jokowi Bakal Naikkan Harga BBM

menkeu-prediksi-kebijakan-kenaikan-harga-bbm-yang-bakal-diambil-jokowi-rev2 (1)Jakarta, PADANGTODAY.com – Wakil Menteri Keuangan I, Anny Ratnawati meyakini isu subsidi energi akan terus menghantui pemerintahan baru. Oleh sebab itu, presiden terpilih hasil pilpres 9 Juli lalu perlu segera melansir kebijakan buat menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Advertisements

Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo sendiri mengaku keberatan dengan postur RAPBN 2015 lantaran subsidi energi masih tinggi, sementara, ruang fiskal pemerintah relatif ketat.

Dalam nota keuangan RAPBN 2015 disebutkan bahwa subsidi energi sebesar Rp 363,5 triliun dan non energi Rp Rp 69,9 triliun.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini bakal memaksa presiden terpilih Jokowi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Lalu apa saja indikasi Jokowi bakal menaikkan harga BBM? Berikut ini indikasinya

1.Dibanding pembatasan, Jokowi lebih pilih naikkan harga BBM subsidi
Pemerintah pusat telah membatasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk beberapa wilayah di Indonesia pertanggal 1 Agustus 2014. Untuk DKI Jakarta, pembatasan BBM bersubsidi dilakukan di Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta sekaligus Presiden terpilih 20014-2019, Joko Widodo (Jokowi) menilai, langkah pembatasan tersebut masih belum tegas. Sehingga hasilnya tidak akan maksimal karena hanya diberlakukan di beberapa kawasan saja.

“Kalau mau dinaikkan, kalau saya ya tegas. Naik ya naik. Kalau ini kan pada lokasi tertentu-tertentu saja. Akhirnya nanti minggir ke SPBU lain. SPBU di kota akan teriak karena sepi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, menaikan harga BBM memang bukan cara lebih baik dibandingkan pembatasan. Namun Jokowi mendukung kenaikan harga BBM ketimbang pembatasan BBM bersubsidi.

2.Kenaikan harga BBM lebih logis bagi Jokowi
Wasekjen PDIP, yang juga Deputi Kantor Transisi Jokowi JK , Hasto Kristianto angkat bicara mengenai kebijakan pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi oleh pemerintah. Kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter (KL) disebut tidak akan cukup hingga akhir tahun jika hanya dengan pembatasan.

Kelebihan kuota ini tentu saja akan melanggar Undang Undang. Padahal, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mengunci kuota BBM subsidi dan tidak boleh menambah lagi. Menurut Hasto, salah satu cara agar kuota terjaga adalah menaikkan harga BBM subsidi.

“Kalau engga boleh melebihi kuota yah harus naik,” tegasnya.

Namun, ketika ditanya apakah Jokowi akan menaikkan harga BBM subsidi 2014 usai pucuk pimpinan beralih pada Oktober nanti? Hasto tidak menjawab dengan tegas. Padahal, kenaikan BBM subsidi 2014 disebut juga akan mengamankan anggaran negara untuk 2015.

“Kalau Pak Jokowi berbeda pendekatannya. Kita kaji harga naik. Tapi nanti ada cara lain dan caranya berbeda. Yang penting kita perkuat dulu basis produksi rakyat,” tutupnya.

3.Jokowi bakal terpaksa naikkan harga BBM
Pengamat Ekonomi Faisal Basri menyebut, harga BBM yang aman untuk anggaran saat ini adalah Rp 9.000 per liter. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disarankan menaikkan minimal Rp 1.500 per liter sehingga Jokowi hanya perlu menaikkan Rp 1.000 per liter.

“Ancang ancang Jokowi naikkan lagi kira-kira Rp 2.500 lagi entah itu bertahap seperti kenaikan listrik atau bagaimana itu kan proses. Ini untuk menyembuhkan penyakit Indonesia selama ini,” ucap Faisal.

Faisal mendesak Presiden SBY menaikkan harga BBM subsidi untuk meringankan beban pemerintahan Jokowi sehingga tidak perlu menaikkan harga BBM terlalu besar.

“Jadi Rp 8.000 saja itu sudah baik untuk menekan defisit di bawah 3 persen ke level 2-2,5 persen. Kalau tidak naik sekarang nanti Rp 2.500 naik di Jokowi. Ini juga agar kesadaran baru di masyarakat, biar irit,” tegasnya.

4.Jokowi minta SBY ikut berkontribusi naikkan harga BBM
Jokowi menyadari tingginya anggaran subsidi BBM akan membebani keuangan negara pada masa pemerintahannya nanti. Maka dari itu presiden terpilih ini meminta pemerintahan SBY ikut menaikkan harga BBM untuk membagi beban penderitaan.

“Yang baik, ya bagi-bagi pemerintah sekarang dan nanti,” ujar Jokowi di Four Season.

Keputusan SBY untuk menaikkan harga BBM saat ini, menurutnya, akan sangat membantu pemerintahan mendatang. “Kurangi beban ke depan,” ucapnya.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri menyebut, harga BBM yang aman untuk anggaran saat ini adalah Rp 9.000 per liter. Untuk itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disarankan menaikkan minimal Rp 1.500 per liter sehingga Jokowi hanya perlu menaikkan Rp 1.000 per liter.

5.Menkeu prediksi kebijakan kenaikan harga BBM yang bakal diambil Jokowi
Menteri Keuangan Chatib Basri melihat pemerintahan baru mendatang berpotensi memberlakukan kebijakan pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Caranya dengan menaikkan harga BBM subsidi.

“Saya tidak tahu apa yang akan dilakukan pemerintah baru, tetapi kalau lihat dari statement, liat dari apa, rasanya kemungkinan kenaikan harga BBM bisa terjadi,” kata Chatib.

Apabila pemerintahan baru melaksanakan kebijakan tersebut, maka akan membantu mengurangi defisit transaksi berjalan dari sisi impor BBM.

“Kalau itu terjadi maka impor minyaknya kan bisa turun, sehingga current account defisitnya di 2015 mudah-mudahan bisa lebih baik,” lanjut Chatib.(mr/nol)