Inilah Beberapa Politisi Gerindra Pengganti Suhardi

martin-hutabarat-rev1Jakarta, PADANGTODAY.com – Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi meninggal dunia. Suhardi meninggal setelah kritis beberapa pekan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan akibat penyakit paru-paru yang dideritanya.

“Innallahiwa’innaillaihi rojiun , pada pukul 21.40 WIB tanggal 28 Agustus 2014, telah berpulang Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prof. Dr. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. Semoga amal ibadah-nya diterima oleh Tuhan YME,” demikian tulis akun Facebook tersebut.

Akibat meninggalnya Suhardi, partai berlambang garuda itu harus mencari sosok pengganti. Beberapa nama politisi senior Gerindra santer disebut-sebut layak menggantikan Profesor ketela dari Universitas Gajah Mada ini.

Berikut profil politisi Gerindra yang digadang-gadang mampu menggantikan sosok Suhardi:

1.Fadli Zon
Fadli Zon muda semasa kuliah aktif di berbagai organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Antara lain, dia pernah menjadi Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI (1992-1993), Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI (1993), dan Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI (1993-1994).

Di luar kampus, dia pernah dipercaya untuk menjadi Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS) (1993-1995). Fadli juga sempat diminta untuk menjadi Wakil Ketua Yayasan BESTARI, sebuah LSM bidang anak-anak dengan aktivitas utama Rumah Dongeng Indonesia yang ikut menyebarkan dongeng pada anak-anak dan membina kreativitas anak-anak Indonesia (1991-1994).

Saat ini dalam kancah politik, Fadli Zon sejak tahun 1997 hingga tahun 1999 menjadi anggota MPR RI sekaligus aktif sebagai asisten Badan Pekerja Panitia Adhoc I yang membuat GBHN. Pada tahun 1998, Fadli ikut mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) dan menjadi salah satu Ketua hingga akhirnya dia mundur di tahun 2001. Pada tahun 2008, Fadli beralih dengan menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan menjadi Ketua Badan Komunikasi Partai Gerindra pada tahun 2010.

2.Ahmad Muzani
Lahir di Tegal, 15 Juli 1968, Ahmad Muzani dikenal sebagai pengusaha dan juga politisi. Dari remaja, ia sudah menekuni berbagai organisasi di kota kelahirannya. Ia pun pernah tercatat pernah memimpin Pelajar Islam Indonesia (PII), sebelum melanjutkan pendidikan jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Dari ilmu yang didapatnya, Ahmad Muzani terjun menjadi wartawan majalah Amanah dan penyiar radio Ramako. Mengenal banyak orang dan punya koneksi yang bagus membuat Ahmad Murzani dekat dengan berbagai kalangan. Menjelang Pemilu 2009, dia mulai aktif menjadi bagian dari Partai Gerindra hingga dipercaya menjadi Sekjen.

Ia lantas mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Lampung I yang meliputi Bandar Lampung, Lampung Barat, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesawaran, dan Metro. Berkat usaha kerasnya, Ahmad Muzani pun dengan mulusnya melenggang ke Senayan untuk periode 2009-2014 setelah meraih 24.723 suara. Muzani tergabung dalam Komisi I yang membidangi masalah Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi.

3.Edhy Prabowo
Edhy Prabowo adalah anggota DPR komisi VI dari partai GERINDRA. Dia tidak memiliki latar belakang politisi sama sekali, namun dia merupakan atlet silat nasional. Edhy pernah berjaya di event Pekan Olah Raga Nasional (PON) dan beberapa kejuaraan lainnya tingkat mancanegara.

Jejak karir Edhy dimulai pada 1991 ketika dirinya diterima sebagai anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Namun karirnya di dunia militer hanya bertahan dua tahun. Edhy dikeluarkan karena terkena sanksi dari kesatuan. Setelah keluar dari Akabri, dia menginjakkan kaki ke Jakarta. Di sana dia tinggal di rumah orangtua temannya bersama teman-temannya yang lain. Tak disangka, temannya tersebut merupakan sahabat Prabowo Subianto yang kala itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD.

Lantas Edhy berkenalan dengan Prabowo sekaligus? dibiayai mengenyam ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo. Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy akhirnya bergabung dan memberanikan diri menjadi caleg di kampung halamannya yakni Dapil Sumatera Selatan II dan berhasil karena mendulang suara terbanyak.

4.Martin Hutabarat
Martin Hutabarat adalah anggota DPR-RI Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra yang lahir di Pematang Siantar, 26 November 1951. Sebagai salah satu anggota DPR-RI yang pertama kali terpilih dari partai baru Gerindra, nama Martin Hutabarat cukup sering muncul di banyak media massa karena dianggap nyeleweng dari anggota DPR kebanyakan.

Sebut saja pernyataannya yang menilai anggota DPR yang memakai jam tangan Rolex saat ke kantor merupakan contoh wakil rakyat hedonis yang tak pantas dilakukan. Tak hanya itu, beberapa waktu yang lalu, Martin juga menuturkan opininya mengenai revisi UU KPK yang dianggapnya belum terlalu perlu dan bersifat tidak mendesak serta membatasi ruang gerak KPK.

Lain halnya berbicara mengenai kasus kenaikan BBM yang santer pada bulan Maret 2012, Martin dan rekannya di Fraksi Gerindra lebih memilih walk out atas putusan ketua DPR, Marzuki Alie, yang dianggap sama saja merugikan rakyat. Menurut partainya, kebijakan tersebut bukanlah kebijakan yang bijak dalam menentukan suatu putusan. Seperti diketahui bahwa opsi pemilihan yang diajukan pada sidang paripurna DPR beberapa waktu yang lalu menyatakan adanya dua opsi sebagai pilihan atas usulan kenaikan BBM, di antaranya adalah menolak kenaikan BBM dan menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia melebihi angka 15%.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*