Inilah Cara Walikota Pariaman Mukhlis R Menampung Aspirasi Masyarakat

Walikota Pariaman Mukhlis R bersepeda bersama jajarannya serta     Gandoriah Sepeda  Klub ( GSK).

Walikota Pariaman Mukhlis R bersepeda bersama jajarannya serta Gandoriah Sepeda Klub ( GSK).

Pariaman, PADANGTODAY.com-Memang diakui gaya kepimpinan masing-masing kepala daerah di negara ini berbeda-beda. Begitu juga cara kepala daerah tersebut menampung aspirasi masyarakat dalam wilayah kerjanya.

Seperti di Kota Pariaman, kepala daerahnya rutinkan turun kelapangan bersama jajarannya dengan sepeda dayung setiap Sabtu dan Minggu. Saat itulah Walikota Pariaman H Mukhlis R menampung aspirasi masyarakat. Sejalan dengan itu juga perkenalkan traportasi sepeda yang ramah lingkungan.

Kondisi demikian telah dilakukan H Mukhlis R semenjak menjadi kepala daerah, baik periode pertama maupun periode sekarang ini. Semua sisi Kota Pariaman dilalui dengan sepeda oleh Walikota Pariaman bersama jajarannya.

Saat itu, Mukhlis R dapat melihat langsung bagaimana wilayahnya. Bahkan Mukhlis R menampung aspirasi masyarakat. Tak heran, semua jalan yang ada di Kota Pariaman dilalui secara bergantian setiap minggunya.

Lihat saja Minggu kemarin, Walikota Pariaman H Mukhlis R turun bersama komunitas Gandoriah Sepeda klub (GSK) menjelajahi desa-desa yang ada di Kota Pariaman dengan bersepeda yang rutin dilakukan 2 kali sepekan.

Mukhlis R mengatakan, blusukan yang diikuti oleh beberapa kepala SKPD dan komunitas Gandoriah Sepeda Klub ( GSK) ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi pembangunan dan kegiatan yang telah berjalan selama ini di desa-desa sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang trasportasi yang ramah lingkungan.

“Kita sengaja mengagendakan disetiap weekend (sabtu dan minggu) pergi ke desa-desa, hal tersebut bertujuan untuk menjemput aspirasi masyarakat dan keluhan mereka, dan juga mensosialisasikan Green Transportation,” ujarnya.

Ini dilakukan katanya, adalah rangkaian kegiatan rutin program pemerintah Kota Pariaman dalam rangka untuk mengetahui secara langsung kondisi terkini yang terjadi di desa-desa di samping menjalin silaturahim dengan masyarakat.

“Dengan melihat langsung, kita akan lebih mengetahu, seperti apa realisasi pembangunan yang telah ada, dan masalah apa saja yang terjadi di lapangan. Hal ini juga bisa menjadi bahan untuk mengevaluasi kinerja masing-masing SKPD,” ujarnya

Kemudian katanya, salah satu tantangan yang harus segera diatasi ke depan adalah masalah kemiskinan. Memang benar bahwa masalah kemiskinan merupakan masalah krusial yang menyangkut harkat dan martabat bangsa secara keseluruhan.

“Kemiskinan adalah masalah yang bersifat komplek dan memiliki karakter yang spesifik pada tiap-tiap komunitas, sehingga telah mengharuskan kita untuk mengembangkan solusi yang spesifik pula,” ujarnya.

Masalah kemiskinan katanya, tidak dapat digeneralisir, karena dia memang berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Karakter dan spesifik kemiskinan pada masyarakat di kawasan pantai akan berbeda dengan yang berada jauh dari pantai.

Demikian pulakarakter dan spesifik kemiskinan pada masyarakat di kawasan pusat kota akan berbeda dengan yang berada di pedesaan, dan seterusnya. Tak heran program pemko selama ini sudah banyak program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka penurunan angka kemiskinan, seperti wajib belajar 12 tahun, Jaminan Kesehatan Sabiduak Sadayuang (JKSS) dan jenis lainya

Namun adakalanya, berbagai program yang telah diluncurkan itu oleh sebagian masyarakat sepertinya terdapat suatu kecenderungan untuk lebih mengutamakan hak namun mengabaikan kewajiban.

Bahkan pada sebagian orang terjadi suatu pergeseran nilai dan persepsi masyarakat terhadap kemiskinan. Dalam tatanan kehidupan masyarakat kita saat ini, status menjadi miskin adakalanya bukan lagi suatu hal yang dirisaukan, bahkan sebaliknya status menjadi orang miskin bahkan ditonjolkan sedemikian rupa, terlebih pada saat terdengar kabar bantuan akan turun, maka semuanya akan menjadi miskin.

Hal ini sangat berbeda dengan tatanan kehidupan global, dimana status menjadi keluarga miskin selalu dihindari dengan bekerja keras, berusaha giat dan sungguh-sungguh, memanfaatkan sekecil apapun peluang yang ada serta tidak menghabiskan hari dengan duduk berleha-leha atau bergunjing seharian di lapau.

Demikian pula halnya dengan ajaran agama Islam, yang juga menghendaki dan menganjurkan untuk memiliki status sosial yang baik dan terbebas dari kemiskinan.

“Kita berharap ke depan angka kemiskinan di Kota Pariaman terus berkurang. Apalagi dapat kita lihat dari beberapa ajaran Islam tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Bahkan Rasulullah SAW juga telah mengingatkan bahwa kemiskinan itu dekat dengan kemungkaran. Oleh karena itu, pengentasan kemiskinan merupakan sebuah program yang harus menjadi kepedulian kita bersama,” tandasnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*