Inilah Cerita Megawati 10 Tahun Tak Ikut Upacara Di Istana

Megawati-Pimpin-Upacara-Di-Lenteng-Agung
Jakarta, PADANGTODAY.com-17 Agustus kemarin adalah peringatan HUT RI yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sepuluh kali bertutur-turut. Karena SBY akan lengser pada 20 Oktober mendatang, kemarin adalah terakhir kalinya Presiden SBY memimpin upacara 17 Agustus.

Advertisements

Setiap upacara di Istana, semua mantan presiden dan wakil presiden diundang. Saat Gus Dur masih hidup, dia selalu datang menghadiri upacara 17 Agustus di Istana. Sementara BJ Habibie jarang datang lantaran sering berada di Jerman saat 17 Agustus.

Lalu bagaimana dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri? Sejak digantikan oleh Presiden SBY, putri proklamator, Soekarno tersebut sama sekali tidak pernah datang meski diundang menghadiri upacara 17 Agustus di Istana bersama dengan ribuan undangan yang lain. Ini artinya, 10 tahun berturut-turut Mega tak pernah menghadiri upacara 17-an di Istana.

Biasanya, yang selalu datang di acara 17-an adalah putri Megawati , Puan Maharani. Puan datang biasanya bersama dengan ayahnya saat masih hidup, Taufiq Kiemas. Beberapa putra dan putri Bung Karno juga datang, seperti Guruh Soekarnoputra dan Sukmawati Soekarnoputri.

Namun bukan berarti Mega tidak merayakan kemerdekaan. Biasanya Mega lebih memilih ikut upacara bendera di kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, termasuk kemarin.

Dua tahun lalu, Mega mengaku sah-sah saja merayakan kemerdekaan di kantornya, tak harus di Istana. Menurutnya, jika hadir ke istana justru seperti terjebak dalam aturan seremonial saja.

“Saya di sini tidak masalah. Kapan-kapan saya ke Istana juga tidak masalah. Kita seperti terkungkung dalam jabatan seremonial,” ujar Mega dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jl Lenteng Agung, Jakarta, Jumat 17 Agustus 2012 silam.

Mega mengatakan, ketidakhadirannya dalam upacara di Istana merupakan hak pribadinya sehingga seharusnya hal itu tidak perlu dipermasalahkan. “Saya, Ibu Megawati , mandiri. Saya boleh dong merayakan hari kemerdekaan sendiri,” terang dia.

Lebih lanjut, kata dia, makna hari kemerdekaan bukan terletak pada perayaannya. Tetapi, lebih terletak pada pesan yang terkandung di balik peringatan tersebut. “Tidak perlu seremonialnya, yang penting hari ini adalah hari penuh rahmat,” imbuhnya.

Catatan merdeka.com, selama 10 tahun terakhir, Mega cuma dua kali saja ke Istana. Presiden ke-5 RI tersebut datang ke Istana Negara untuk menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk proklamator RI Soekarno. Megawati datang ke Istana Negara dengan menggunakan kebaya coklat dan pasmina warna kuning. Suaminya yang juga Ketua MPR Taufiq Kiemas saat itu tak tampak dalam acara.

Kehadiran Megawati pun segera menyita perhatian pengunjung di Istana Negara. Pasalnya, kehadiran Megawati ke Istana adalah hal yang langka.

Sebelumnya, Megawati juga pernah datang ke Istana Negara. Megawati datang saat Presiden SBY menggelar jamuan makan malam untuk Presiden AS Barack Obama pada 2010 lalu.

Hubungan antara Megawati dan Presiden SBY memang buruk selepas Pilpres 2004. Komunikasi antara mantan atasan dan bawahan tersebut terkesan tidak baik.

Saat ini, capres terpilih Joko Widodo yang berasal dari PDIP kemungkinan besar akan menggantikan SBY sebagai Presiden RI ke-7, tinggal menunggu putusan dari Mahkamah Konstitusi. Jika Jokowi jadi presiden nanti, apakah sikap Mega akan sama? Atau datang ke Istana saat perayaan 17 Agustus? Kita tunggu saja.(dil)