Inilah Daerah-daerah Yang Perwakilannya Minta Dijadikan Menteri

jkjokowiJakarta, PADANGTODAY.com – Jokowi-JK, Presiden terpilih periode 2014-2019 tak punya waktu lama untuk memilih siapa menteri-menterinya. Hal itu dikarenakan usai dilantik otomatis kabinet Jokowi-JK harus langsung bekerja untuk mewujudkan janji-janji politiknya.

Advertisements

Sejumlah nama dan kriteria pun muncul untuk menduduki posisi menteri. Tak hanya dari kalangan politikus, Jokowi-JK juga membuka kesempatan kepada kalangan non-parpol dan kepala daerah untuk menjadi pembantunya.

Aspirasi pun datang dari sejumlah daerah. Mereka meminta perwakilan dari daerah mereka masing-masing diangkat menjadi menteri oleh Jokowi-JK.

Berikut tiga daerah yang meminta perwakilannya dijadikan menteri oleh Jokowi-JK

1.Maluku
Gubernur Maluku Said Assagaff berharap ada putra asal Maluku yang diangkat menjadi menteri di kabinet Jokowi-JK. Dia mengaku sudah menyerahkan daftar berisi 22 nama putra Maluku kepada Jokowi-JK.

“Saya sudah serahkan daftar nama berisikan 22 putera asal Maluku yang dinilai miliki kualitas SDM profesional untuk diputuskan Jokowi-JK sebagai menteri, di Jakarta, beberapa waktu lalu” katanya, Jumat (29/8).

Menurutnya daftar 22 nama itu sudah diterima Jokowi-JK. Dia berharap salah satu di antaranya diangkat menjadi menteri karena sudah lebih dari 30 tahun tak ada putra asal Maluku yang duduk di kursi kabinet.

“Maluku sebagai bagian dari penentu pembentukan NKRI, sekaligus salah satu dari delapan provinsi kemerdekaan hendaknya diberikan kehormatan untuk menempati formasi anggota kabinet Jokowi-JK,” tegasnya.

2.Papua
Tokoh masyarakat Mimika, Papua, Yosep Yopi Kilangin menilai Jokowi-JK perlu membentuk kementerian khusus untuk mengurus Papua. Hal itu guna mendorong percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

“Menurut saya perlu ada kementerian khusus untuk mengurus masalah Papua. Ini sangat penting karena sampai dengan sekarang komitmen persatuan orang Papua ke dalam pangkuan NKRI memerlukan perkuatan. Apalagi dalam kondisi di mana orang Papua semakin sedikit di pemerintahan,” kata Yopi Kilangin dilansir dari Antara, Minggu (24/8).

Yopi berharap kabinet yang nanti dibentuk oleh Jokowi-JK dapat juga mengakomodasi putra-putri Papua terbaik yang memiliki keahlian di bidangnya.

“Kalaupun nantinya ada anak-anak Papua yang dipercayakan memimpin satu kementerian sehingga bisa memberikan kontribusi bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal itu bukan karena hadiah tapi karena memang yang bersangkutan layak dan memiliki kapasitas sebagai Menteri,” harapnya.

3.Bali
Ketua Eksponen Pariwisata Bali, I Gusti Kade Sutawa berharap Jokowi-JK memasukkan warga Bali di kabinetnya. Menurutnya, Bali merupakan salah satu daerah penting bagi Indonesia.

“Sebagai daerah tujuan wisata dunia termasuk juga Bali sering dijadikan pertemuan nasional maupun internasional sudah selayaknya mendapatkan jatah menteri dalam kabinet Presiden Jokowi-JK,” katanya dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh “Forum Trah Jawa-Bali: Sahabat Jokowi, Sri Eko Galgendum” di Kuta, Rabu (27/8).

Harapan yang sama juga diungkapkan Prof Dr Anak Agung Jelantik, Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana. Dia mengatakan jabatan menteri sebagai pembantu presiden dan wakil presiden harus mampu bersikap profesional.

“Saya berharap bapak presiden dan wakil presiden mempertimbangkan memilih menteri yang profesional di masing-masing bidangnya. Tantangan Indonesia ke depan semakin berat dengan era globalisasi, karena itu dibutuhkan pembantu (menteri) yang sesuai dengan bidangnya untuk dapat memajukan bangsa,” ungkap Jelantik.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*