Inilah Pertarungan Juara Dunia Paling Sengit Di Formula 1

niki-lauda-vs-james-hunt-1976PADANGTODAY.com – Perebutan gelar juara dunia 2014 ini juga makin panas ketika pembalap Redbull, Daniel Ricciardo berhasil memenangi dua balap terakhir dan masuk dalam perebutan gelar dengan koleksi 156 poin.

Advertisements

Ajang balap Formula 1 di musim 2014 ini menjadi salah satu musim yang menyajikan perebutan gelar juara dunia yang cukup sengit antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Dibekali paket mobil paling cepat di lintasan untuk musim ini, Rosberg dan Hamilton kini hanya terpisah 19 poin di papan klasemen sementara.

Sebelum musim ini, juga ada beberapa musim balap Formula 1 yang juga menyajikan aksi perebutan gelar juara dunia yang tak kalah seru. Berikut 5 pertarungan gelar juara dunia paling sengit di ajang Formula 1.

1.Raikkonen vs Hamilton (2007)
Perebutan gelar juara dunia paling seru di era modern balap Formula 1 terjadi di musim 2007. Di musim ini ada tiga pembalap yaitu Lewis Hamilton, Fernando Alonso, dan Kimi Raikkonen yang berpeluang menjadi juara dunia di seri terakhir yang dihelat di sirkuit Interlagos, Brasil.

Saat itu, Hamilton memimpin klasemen sementara dengan 107 poin, Alonso di tempat kedua dengan 103 poin, dan Raikkonen mengumpulkan 100 poin di klasemen.

Drama terjadi di seri pamungkas di mana Hamilton gagal finis akibat kerusakan gearbox, sementara Alonso hanya berhasil finis di urutan ketiga. Raikkonen yang kurang diunggulkan justru bisa memenangi balap dan menjadi juara dunia setelah mengumpulkan 110 poin.

Sementara Hamilton dan Alonso harus rela berbagi tempat kedua di klasemen akhir setelah keduanya sama-sama mengumpulkan 109 poin.

2.Hamilton vs Massa (2008)
Hamilton dan Filippe Massa juga sempat berebut gelar juara di tahun 2008 dengan selisih 7 poin memasuki seri balap terakhir.

Di GP Brasil ini, Massa harus jadi juara dan mengharapkan Hamilton terpeleset dan tak masuk lima besar urutan finis untuk menjadi juara dunia. Sementara Hamilton hanya perlu duduk di posisi lima untuk jadi juara dunia.

Seri yang berjalan diiringi turunnya hujan deras ini berhasil menyajikan jalannya balap seru. Di awal balap, Hamilton sempat mengalami masalah pada mesin hingga harus melorot ke posisi belakang. Massa yang dari pertengahan berhasil memimpin balap nyaris menjadi juara dunia.

Dramatisnya, di tengah kondisi hujan deras, Hamilton berhasil merangkak naik ke posisi ke lima di lap akhir setelah menyalip Timo Glock yang sudah kehabisan grip ban. Hamilton pun sukses menjadi juara dunia setelah unggul satu poin dari Massa di papan klasemen.

3.Michael Schumacher vs Damon Hill (1994)
Salah satu perebutan gelar juara paling sengit dan kontroversial yang diingat penggemar balap Formula 1 terjadi di musim 1994.

Kala itu, Michael Schumacher dan Damon Hill bersaing ketat untuk menjadi juara dunia hingga seri terakhir. Kedua pembalap ini pun hanya berselisih 1 poin dengan Schumi (panggilan akrab Schumacher) memimpin klasemen kala memasuki seri balap terakhir.

Drama pun terjadi, di seri pamungkas tepatnya di lap ke-35 Schumi yang sedang bersaing dengan Hill melebar keluar lintasan dan menabrak dinding pembatas lintasan. Hill pun mencoba menghindar dan mengambil posisi Schumi namun Schumi secara sengaja menabrakkan mobilnya ke Damon Hill yang membuat kedua pembalap ini gagal finis.

Alhasil Michael Schumacher berhasil memperoleh gelar juara dunia di musim tersebut walaupun dengan cara yang tak sepenuhnya fair.

4.Niki Lauda vs Alain Prost 1984
Formula 1 musim 1984 juga berhasil menyuguhkan aksi perebutan gelar juara dunia yang menegangkan hingga akhir musim antara Niki Lauda dan Alain Prost.

Rekan satu tim ini berjibaku di tiap balap untuk menjadi yang terdepan, termasuk di GP Monaco yang berakhir di pertengahan lap karena bendera merah yang membuat keduanya memperoleh setengah dari poin normal.

Lauda sendiri mengganti strategi di pertengahan musim balap dengan bermain aman dan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya ketika mengetahui tak bakal bisa bersaing head-to-head dengan Prost yang menjadi pembalap tercepat di lintasan kala itu.

Strategi Lauda ini pun berhasil membuatnya menguntit Prost puncak klasemen. Hal ini karena meski lebih sering menang, namun Prost juga tak jarang gagal finis akibat terlalu memaksakan mobilnya di atas lintasan.

Di seri terakhir pun, Lauda berhasil merebut gelar juara dunia dari Prost dengan koleksi 72 poin hasil finis kedua di seri ini. Sementara Prost yang berhasil memenangi seri ini harus puas di klasemen kedua dengan hanya mengoleksi 71,5 poin.

5.Niki Lauda vs James Hunt 1976
Musim balap 1976 menjadi seri yang mana menyajikan pertarungan perebutan gelar juara dunia antara juara bertahan Niki Lauda dengan James Hunt. Di musim ini sendiri, balap Formula 1 tidak berjalan mulus dengan banyaknya catatan diskualifikasi, tabrakan, dan juga kejadian tak terduga lainnya di atas lintasan.

Saat itu, di seri terakhir yang digelar di Jepang, Lauda datang dengan koleksi 3 poin lebih banyak dari Hunt di papan klasemen pembalap.

hujan yang mengguyur seri balap terakhir ini membuat Lauda gagal finis. Sedangkan Hunt berhasil naik podium di urutan ketiga. Hunt pun secara dramatis berhasil meraih gelar juara dunia dengan selisih hanya 1 poin dari Lauda.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*