Inovasi Philips dan Bundamedik Membantu Memperbaiki Angka Kematian Ibu di Sumatera Barat

Vincent Chan, Director & General Manager Philips Healthcare Indonesia dan Nanik Indriani, Direktur Utama PT Bundamedik menandatangani MOU program Cinta Bunda 2015, sebuah program untuk menindaklanjuti kesuksesan program MoM di Padang, Sumatera Barat. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Dr. Rosmini, Kabid Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kota Padang Dr. Melinda, Dr. Rizal Sini selaku Chairman PT Bundamedik serta Dr. Ivan Sini, Ketua Indonesian Reproduction Science Institute (IRSI).

Vincent Chan, Director & General Manager Philips Healthcare Indonesia dan Nanik Indriani, Direktur Utama PT Bundamedik menandatangani MOU program Cinta Bunda 2015, sebuah program untuk menindaklanjuti kesuksesan program MoM di Padang, Sumatera Barat. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Dr. Rosmini, Kabid Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Dinas Kesehatan Kota Padang Dr. Melinda, Dr. Rizal Sini selaku Chairman PT Bundamedik serta Dr. Ivan Sini, Ketua Indonesian Reproduction Science Institute (IRSI).

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Proyek Percontohan Mobile Obstetrical Monitoring (MoM) Solution Philips memperluas lagi  akses layanan kesehatan dan memperbaiki Angka Kematian Ibu (AKI).  PT Philips Indonesia yang merupakan bagian dari Royal Philips. Acara ini dilangsungkan pagi tadi di Hotel Daima, yang dihadiri oleh Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, General Maneger Philips Vinchent Chan, Prof Hasbulla, dan Dr. Ivan Sini SpOG, Ketua Tim Peneliti dari IRSI.   (27/2).

(NYSE: PHG, AEX: PHIA) mengumumkan hasil dari proyek percontohan untuk memperbaiki Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Bekerja sama dengan Indonesian Reproduction Science Institute (IRSI), bagian dari Grup Bundamedik Healthcare System, Philips menyelesaikan proyek percontohan Mobile Obstetrical Monitoring (MoM) Solutions, sebuah solusi layanan kesehatan jarak jauh dalam bentuk aplikasi ponsel, selama satu tahun di Padang dan wilayah sekitarnya.

Dalam acara ini, Philips dan Bundamedik – IRSI memaparkan ringkasan hasil program MoM kepada Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat dan para undangan, mengenai keberhasilan program menjawab tantangan dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia. Selama program berlangsung, jumlah kehamilan beresiko yang teridentifikasi oleh para bidan melalui konsultasi dan pengawasan jarak jauh oleh ahli kandungan, meningkat secara substansial. Seluruh Ibu yang berpartisipasi berhasil melalui masa kehamilan dan melahirkan dengan selamat.

Meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) telah mengakibatkan tekanan yang luar biasa pada sistem layanan kesehatan di Indonesia. Menurut data terakhir dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), pada tahun 2012 terjadi 359 kematian Ibu di setiap 100.000 kelahiran hidup, sebuah peningkatan yang signifikan dari 228 kematian Ibu di setiap 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Mengurangi angka kematian ibu merupakan salah satu dari Millennium Development Goals (MDGs).

Menjawab krisis ini, Kementerian Kesehatan telah merencanakan lima strategi operasional untuk mencapai MDG di bidang AKI, termasuk diantaranya adalah melalui program kemitraan pemerintah dan pihak swasta. Sebagai perusahaan yang bertujuan untuk membawa inovasi bermakna dan meningkatkan hidup masyarakat, Philips bermitra dengan Bundamedik – IRSI menjalankan program MoM pada bulan Desember 2013. Sebagai solusi layanan kesehatan jarak jauh yang terukur dan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan perkotaan dan pedesaan, dalam bentuk aplikasi ponsel, MoM menjadi bekal utama para bidan saat mengunjungi ibu hamil di rumahnya.

Dengan MoM, data kehamilan yang diunggah secara online atau melalui SMS, dihubungkan ke pusat data utama. Selanjutnya ahli kandungan memonitor laporan-laporan tersebut untuk kemudian mengidentifikasi kehamilan beresiko tinggi, dan memberikan penanganan lanjutan.

“Kami sangat gembira dengan hasil program awal ini dimana kami bisa menjaga para calon ibu tetap sehat selama kehamilan, ” komentar Vincent Chan, Direktur dan dan General Manager Philips Healthcare Indonesia.

“MoM meningkatkan deteksi dini akan kehamilan beresiko dan memungkinkan mereka menerima pengontrolan dan layanan medis yang mereka butuhkan untuk melahirkan secara normal. Kami senang sekali dapat melaporkan bahwa tidak ada kematian Ibu dari 659 peserta program ini.”lanjut Vincent Chan.

“MoM memberikan kesempatan untuk memanfaatkan teknologi inovatif dalam membantu memperbaiki AKI selama kehamilan berlangsung,” komentar Dr. Ivan Sini SpOG, Ketua Tim Peneliti dari IRSI, institusi penelitian reproduksi dibawah grup Bundamedik Healthcare System. “Para dokter dan bidan dapat mengidentifikasi kehamilan beresiko jauh lebih cepat sehingga dapat memberikan saran terhadap penanganan yang tepat dan pada waktunya. Solusi MOM dapat mengatasi keterbatasan sumber daya manusia dengan memanfaatkan teknologi layanan kesehatan jarak jauh.”katanya.

”Bundamedik dan Philips telah mewujudkan upaya yang inovatif dan menunjukkan bahwa swasta pun dapat berperan dalam memperbaiki kualitas hidup ibu di Indonesia. Peran ini dilanjutkan melalui program Cinta Bunda 2015, yang akan dimulai di Sumatera Barat, sebuah gerakan yang berkesinambungan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu,” lanjut dr. Ivan.

Prof. Hasbullah Thabrany dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menambahkan hasil analisa biaya program MoM. “Pemerintah kota Padang mengalokasikan – setidaknya 1% dari total anggaran kesehatan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu. Program MOMs menurunkan kematian ibu 15%,” demikian penjelasan Prof. Thabrany. Berdasarkan perhitungan biaya, program MoMs memang lebih tinggi dikarenakan 50 persen biaya teralokasi untuk pengadaan teknologi. Akan tetapi jika jumlah ibu yang berpartisipasi semakin banyak maka dana dapat ditekan. Maka jika program ini diperluas dan tambahan biaya sedikit, akan dapat menyelamatkan lebih banyak ibu dari kematian. ”Menurut salah satu bidan yang berpartisipasi menjalankan program ini, Nilawati dari Puskesmas Air Dingin, program ini sangat berarti dan memberikan manfaat besar bagi bidan dan pasien: “Program MoMs membuat saya dapat berinteraksi dengan lebih banyak dan membantu saya mendapatkan supervisi dari ahli kandungan untuk mengidentifikasi kehamilan beresiko secara cepat. Dapat membantu para Ibu mencapai kehamilan sempurna dan melahirkan secara normal, tidak bisa dinilai dengan uang. ”Ibu Yetti, salah seorang Ibu yang ikut berpartisipasi dalam program berkomentar, “Ini adalah kehamilan ketiga saya, dan kehamilan pertama yang diawasi ketat oleh seorang Bidan. Ini juga pertama kalinya saya menerima pemeriksaan USG. Ibu Nila telah bekerja keras menjaga saya tetap sehat selama kehamilan, dan saya bahagia dan berterima kasih telah dapat melahirkan seorang bayi yang sehat. ”terang Hasbullah.

“MoMs mendemonstrasikan bagaimana kemitraan antara pemerintah dan pihak swasta dapat meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia. Bahkan, kami berharap agar program MoMs ini bisa mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan,” ujar Vincent Chan.

Sementara itu, Philips dan IRSI berencana untuk mempresentasikan hasil program ini ke Kementerian Kesehatan dan melihat kemungkinan program ini dapat diimplementasikan secara nasional. Program MoMs adalah bagian dari komitmen Philips Healthcare Indonesia untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi Ibu dan Anak sebagai bagian dari inisiatif “Inovasi Philips untuk Indonesia yang Lebih Sehat”. Philips bertujuan untuk memperluas lagi akses layanan kesehatan dan telah mengedukasi 3.500 tenaga medis profesional untuk meningkatkan standar layanan kesehatan di seluruh negeri.

Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA) adalah perusahaan di bidang kesehatan dan kesejahteraan yang memfokuskan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat melalui inovasi di bidang Kesehatan, Gaya Hidup Konsumen dan Pencahayaan. Berkantor pusat di Belanda, pada tahun 2013 Philips membukukan penjualan sebesar EUR 23,3 miliar dan mempekerjakan sekitar 115.000 karyawan dengan penjualan dan pelayanan di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini adalah pemimpin dalam perawatan jantung, perawatan akut dan perawatan kesehatan di rumah, solusi pencahayaan dengan penggunaan energi yang efisien dan aplikasi pencahayaan yang baru, juga alat cukur dan perawatan pria serta kesehatan mulut.

IRSI adalah suatu badan penelitian pelatihan dan pendidikan nirlaba yang berada di bawah Bundamedik Healthcare System. IRSI mempunyai MOU dengan Institut Penelitian Bogor (IPB) dalam pengembangan berbagai penelitian di bidang teknologi reproduksi. IRSI juga mempunyai kerjasama dengan Indonesian Gynecology Endoscopy Society (IGES) dalam melatih ketrampilan dokter bedah kandungan melakukan operasi bedah minimal invasif.(dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*